Beranda Gaya Hidup Anak Muda Harus Mulai Bangun Personal Branding, Dunia Kerja Dinilai Tak Lagi...

Anak Muda Harus Mulai Bangun Personal Branding, Dunia Kerja Dinilai Tak Lagi Cukup Andalkan Ijazah

Kegiatan Personality Talk yang digelar Universitas BSI di Gedung Seni Budaya Modernland, Kota Tangerang, Sabtu (4/7/2026)

TANGERANG – Persaingan memasuki dunia kerja di era digital dinilai tidak lagi hanya bergantung pada nilai akademik atau ijazah. Kemampuan membangun citra diri atau personal branding kini menjadi salah satu faktor yang dapat membuka peluang karier hingga menghasilkan pendapatan melalui platform digital.

Isu tersebut menjadi pembahasan dalam kegiatan Personality Talk yang digelar Universitas BSI di Gedung Seni Budaya Modernland, Kota Tangerang, Sabtu (4/7/2026). Mengusung tema “Personal Branding”, kegiatan ini diikuti peserta berusia 18 hingga 35 tahun, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga pelaku industri kreatif.

Project Manager kegiatan, Septian Adi Nugroho, mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah pola rekrutmen dan cara seseorang membangun reputasi profesional. Menurutnya, kehadiran media sosial membuat setiap individu memiliki ruang untuk menunjukkan kompetensi dan membangun identitas yang dapat dikenali publik maupun perusahaan.

“Persaingan dunia kerja saat ini semakin kompetitif. Kami ingin menunjukkan bahwa personal branding bukan sekadar membangun popularitas, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk menghasilkan pendapatan, baik sebagai content creator maupun melalui pengembangan branding profesional,” ujar Septian.

Ia menjelaskan, personal branding tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di media sosial, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menyampaikan kompetensi, pengalaman, hingga nilai yang dimiliki secara konsisten. Hal tersebut dinilai menjadi modal penting bagi generasi muda untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan kebutuhan industri.

Selain mahasiswa, kegiatan tersebut juga diikuti peserta dari berbagai latar belakang profesi. Salah satunya Rizky Dwi Saputra yang bekerja di bidang seni dan industri kreatif.

Rizky mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena materi yang dibahas memiliki keterkaitan langsung dengan pekerjaannya. Ia menilai pendekatan yang disampaikan narasumber memberikan sudut pandang baru mengenai pentingnya membangun identitas profesional melalui ilmu komunikasi.

Baca Juga :  Tips Memulai Pagi Hari dengan Semangat

“Saya bekerja di bidang seni dan industri kreatif, sehingga personal branding menjadi hal yang penting. Melalui kegiatan ini saya mendapatkan insight baru, tidak hanya dari pengalaman narasumber, tetapi juga dari sudut pandang ilmu komunikasi,” kata Rizky.

Menurutnya, perkembangan industri kreatif membuat pelaku usaha maupun pekerja profesional dituntut lebih aktif memperkenalkan kemampuan dan karya yang dimiliki. Dengan personal branding yang kuat, peluang untuk menjalin kolaborasi maupun mendapatkan proyek dinilai akan semakin terbuka.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas BSI berharap peserta tidak hanya memahami konsep personal branding secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan profesional. Kemampuan membangun citra diri yang positif diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan maupun pekerja muda sekaligus membantu mereka memanfaatkan peluang ekonomi yang terus berkembang di era digital.

Tim Redaksi