SERANG – Anak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Jamaluddin, gagal lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 melalui jalur prestasi akademik.
Putranya, Elvio, tidak diterima di dua sekolah negeri pilihannya, yakni SMAN 2 Kota Tangerang dan SMAN 7 Kota Tangerang.
Jamaluddin mengatakan, anaknya memilih jalur prestasi akademik karena lokasi rumah mereka cukup jauh dari sekolah tujuan. Jalur tersebut menggunakan penilaian berdasarkan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Meski gagal di jalur akademik, Elvio masih memiliki peluang melalui jalur prestasi nonakademik yang dibuka pada 2-3 Juli 2026.
Jamaluddin menyebut, putranya mengandalkan prestasi di cabang olahraga basket. Elvio beberapa kali meraih juara pertama di tingkat Kota Tangerang.
“Anak saya punya prestasi nonakademik di basket, juara satu. Sudah hampir lima sampai enam kali menang tingkat kota,” ujar Jamaluddin, Selasa (30/6/2026).
Elvio merupakan siswa SMP Negeri 1 Kota Tangerang. Namun, Jamaluddin mengaku anaknya kini mulai pesimistis bisa masuk sekolah negeri.
Sebagai langkah antisipasi, Jamaluddin sudah menyiapkan alternatif dengan mendaftarkan Elvio ke sekolah swasta.
“Sekarang saya siapkan sekolah swasta. Dia sudah pesimis karena maunya ke SMAN 2 Kota Tangerang, tapi tidak diterima. Nanti cari swasta yang cocok,” ucapnya.
Jamaluddin menegaskan pengalaman anaknya menjadi bukti bahwa pelaksanaan SPMB di Banten berjalan transparan tanpa perlakuan khusus, termasuk bagi keluarga pejabat.
“Ini bukti SPMB berjalan clean and clear. Tidak ada titip-menitip, termasuk anak saya juga tidak saya titip,” tegasnya.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
