LEBAK – Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengikuti pelatihan intensif strategi pembangunan daerah di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Yogyakarta, Jumat-Sabtu (22-23/5/2026). Kegiatan itu membahas cara daerah membangun citra agar mampu bersaing menarik wisatawan, talenta muda, hingga investor.
Pelatihan menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan praktisi branding dan pemerintahan, di antaranya mantan Menteri PANRB 2022-2024 Abdullah Azwar Anas serta Founder MBloc Handoko Hendoyono.
Dalam forum tersebut, peserta tidak hanya membahas slogan daerah, tetapi juga strategi konkret bagaimana sebuah wilayah bisa “dijual” lewat identitas yang kuat, cerita yang relevan, dan pengalaman yang menarik bagi publik.
Amir Hamzah mengatakan Kabupaten Lebak sebenarnya sudah memiliki identitas yang kuat, namun belum dikemas maksimal sebagai kekuatan ekonomi daerah.
“Lebak punya modal besar seperti budaya Baduy dan jejak sejarah Multatuli. Persoalannya bukan ada atau tidak ada potensinya, tapi bagaimana potensi itu dikemas menjadi alasan orang datang, tinggal, bahkan berinvestasi di Lebak,” kata Amir.
Menurutnya, selama ini banyak daerah berlomba membuat branding, namun sering berhenti pada logo dan slogan tanpa dampak nyata terhadap ekonomi masyarakat.
Karena itu, usai pelatihan ini Pemkab Lebak disebut akan lebih fokus membangun narasi daerah yang memiliki nilai jual dan terhubung langsung dengan sektor wisata, ekonomi kreatif, hingga investasi.
Ia mencontohkan potensi wisata alam dan budaya Lebak yang dinilai perlu dikemas lebih modern tanpa menghilangkan identitas lokalnya. Selain itu, pemerintah daerah juga ingin menciptakan ruang yang lebih ramah bagi anak muda kreatif agar tidak terus berpindah ke kota besar.
“Kalau anak-anak muda kreatif merasa bisa hidup dan berkembang di Lebak, itu sudah menjadi investasi jangka panjang bagi daerah,” ujarnya.
Selain sektor talenta, Pemkab Lebak juga menyoroti pentingnya kepastian regulasi dan infrastruktur untuk menarik investor. Amir menilai investor saat ini tidak hanya melihat potensi daerah, tetapi juga kecepatan layanan dan kepastian kebijakan.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari pendekatan baru dalam pembangunan, di tengah persaingan antarwilayah yang kini semakin ketat dalam memperebutkan wisatawan, SDM unggul, dan modal investasi.
Tim Redaksi
