Beranda Peristiwa Alun-alun Ciruas Kian Kumuh, Warga Minta Pemerintah Tata Ibu Kota Kabupaten Serang

Alun-alun Ciruas Kian Kumuh, Warga Minta Pemerintah Tata Ibu Kota Kabupaten Serang

Kondisi Taman Kota Ciruas, Kabupaten Serang, yang tidak terawat. (Iyus/bantennews)

KAB. SERANG – Alun-alun Ciruas, Kabupaten Serang, seharusnya menjadi wajah pertama yang menyambut siapa pun yang datang ke ibu kota Kabupaten Serang. Namun, kondisi di lapangan justru menghadirkan pemandangan yang kontras.

Kolam mengering dan dipenuhi lumut, papan nama rusak, sampah berserakan, sementara sebagian area berubah fungsi menjadi tempat berjualan hingga lokasi menjemur pakaian.

Pantauan BantenNews.co.id, Sabtu (18/7/2026), menunjukkan sejumlah sudut alun-alun kehilangan fungsi sebagai ruang terbuka hijau dan tempat rekreasi masyarakat.

Pedagang kaki lima memanfaatkan beberapa titik untuk berjualan, sedangkan kolam yang dahulu menjadi daya tarik kini terlihat kering dan tidak terawat.

Di sisi lain, papan nama fasilitas banyak yang copot. Rumput liar mulai tumbuh di sejumlah area dan kesan kumuh semakin terlihat.

Ironisnya, sebagian warga bahkan memanfaatkan pinggiran kolam sebagai tempat menjemur pakaian.

“Alun-alun Ciruas sudah tidak terawat. Ironisnya, pemerintah seperti tidak memberi perhatian. Kadang pinggir kolam juga dipakai untuk menjemur pakaian,” kata Taufik, warga Ciruas.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah rencana besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang membangun Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) di Kecamatan Ciruas.

Jika kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan baru, masyarakat menilai penataan wajah kota semestinya menjadi langkah awal yang tidak bisa ditunda.

Terkait hal tersebut, Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas, mengakui kondisi Alun-alun Ciruas memang memprihatinkan. Ia menegaskan, penataan kawasan Ciruas sudah masuk dalam fokus pemerintah daerah.

“Ciruas adalah calon pusat pemerintahan kabupaten. Saya tadi melihat kondisi alun-alun masih miris. Karena itu, wajah Ciruas harus berubah agar orang yang datang melihat wajah ibu kota yang lebih baik,” kata Najib.

Selain memperbaiki alun-alun, pemerintah juga menyiapkan pembaruan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Ciruas sebagai bagian dari penataan kawasan ibu kota Kabupaten Serang.

Baca Juga :  Dua Calon Kades di Kabupaten Serang Meninggal Dunia

Namun, Najib mengakui keterbatasan fiskal membuat seluruh rencana belum bisa direalisasikan dalam waktu singkat.

Menurutnya, pemerintah tetap harus mengutamakan program wajib seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, serta program prioritas yang tertuang dalam RPJMD sebelum mengalokasikan anggaran untuk penataan kawasan.

“Semua tetap harus menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Program pelayanan dasar dan visi misi kepala daerah tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Bagi warga Ciruas, penjelasan itu belum mengubah kenyataan yang mereka lihat setiap hari.

Di saat pemerintah menggagas pembangunan pusat pemerintahan baru, wajah kawasan yang akan menjadi simbol Kabupaten Serang justru masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.

Alun-alun yang semestinya menjadi ruang publik kebanggaan kini lebih identik dengan kolam berlumut, sampah, papan nama yang rusak, dan fasilitas yang terus menua tanpa sentuhan perawatan.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah