Beranda Pilkada Serentak 2020 Ali Mujahidin Klaim Masih Konsisten di Poros Perubahan Kepemimpinan Cilegon

Ali Mujahidin Klaim Masih Konsisten di Poros Perubahan Kepemimpinan Cilegon

Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin. (Foto : Gilang)

CILEGON – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah, Ali Mujahidin belum secara terang-terangan menyatakan akan maju pada kontestasi Pilkada Cilegon pada 2020 mendatang. Menurutnya banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan langkah dalam perhelatan pilkada serentak tersebut.

“Sampai hari ini saya belum putuskan ya, soal akan maju atau tidak di Pilkada ya. Karena banyak hal yang perlu dilakukan, karena tentu saya perlu ngajak bicara keluarga, terutama keluarga Al-Khairiyah, teman-teman, dan saya juga belum istikharah untuk meminta petunjuk dari yang maha kuasa,” ujarnya kepada awak media, Rabu (26/6/2019) kemarin.

Pria yang akrab dengan sapaan Haji Mumu ini menambahkan, untuk kepentingan kontestasi itu dirinya bahkan belum melakukan upaya komunikasi dengan pengurus partai politik. Namun demikian, dirinya hanya memastikan bahwa akan tetap ambil bagian seandainya tak maju dalam bursa perebutan kekuasaan politik nomor satu tersebut.

“Cilegon ini harus berubah, harus ada calon pemimpin yang merupakan poros dari perubahan, itu saya setuju sekali. Tinggal, mana calon pemimpin dari poros perubahan, ya kalau saya tidak maju tentu itu yang akan saya dukung. Tapi kalau seandainya saya maju, dari jalur parpol oke, dan dari independen pun oke. Kalau pun ada desakan dari akar rumput, saya ingin itu tidak direkayasa,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sebelum menduduki jabatan tertinggi di Ormas Islam Al-Khairiyah pada Oktober 2016 lalu, nama Ali Mujahidin sudah dikenal luas publik di Banten. Terlebih jauh sebelumnya pada tahun 2010 silam, dirinya yang berpasangan dengan Sihabudin Syibli sempat bersaing ketat dalam perebutan suara dengan pasangan calon walikota dan wakil walikota terpilih Tb Iman Ariyadi dan Edi Ariadi pada Pilkada Cilegon kala itu.

Cucu dari pahlawan nasional sekaligus pendiri Perguruan Islam Al-Khairiyah Citangkil Brigjen KH. Syam’un ini kala itu finish di peringkat kedua dari lima pasangan calon dengan perolehan 67.768 dukungan suara atau sekira 36,13 persen dari total jumlah suara sah sebanyak 187.574. Sedangan pasangan Tb Iman Ariyadi dan Edi Ariadi membukukan dukungan suara 85.543 atau meraih sekira 45,60 persen suara.

“Saya kira yang berpeluang banyak, pimpinan partai, tokoh. Tapi kita bahwa ingin Cilegon itu dipimpin oleh pemimpin yang dari poros perubahan, itu yang saya kira paling penting. Tinggal dilihat rekam jejaknya, mereka itu orang perubahan atau orang quo, atau orang-orang yang pernah terlibat di quo. Yang pasti jelasnya sampai saat ini saya masih konsisten di perubahan,” tandasnya.

Di bagian lain, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Cilegon, Sihabudin Syibli yang dikonfirmasi kaitan dengan wacana kontestasi tersebut mengaku hingga saat ini dirinya masih melakukan penjajakan politik.

“Yah yang pasti komunikasi dengan parpol-parpol lain juga sudah mulai kita lakukan. Dan kita tetap berhubungan dengan semua elit parpol di Cilegon,” singkat Wakil Ketua DPRD Cilegon ini. (dev/red)