Beranda Peristiwa Alami Pendarahan dan Diisolasi di Arab Saudi, TKW Asal Kabupaten Serang Minta...

Alami Pendarahan dan Diisolasi di Arab Saudi, TKW Asal Kabupaten Serang Minta Dipulangkan

Latiyah, Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Serang

SERANG – Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Serang, Banten, bernama Latiyah, mengaku mengalami pendarahan hebat dan tidak lagi mampu bekerja. Ia meminta bantuan pemerintah Indonesia agar dapat segera dipulangkan dari Arab Saudi.

Perempuan asal Kampung Sontrol, Desa Siremen, Kecamatan Tanara tersebut menyampaikan bahwa dirinya telah mengalami pendarahan dan lebih dari tiga bulan berada dalam kondisi isolasi di Riyadh, Arab Saudi.

Latiyah menuturkan, setelah dinilai tidak mampu lagi bekerja, ia dipulangkan oleh majikannya ke perusahaan penyalur tenaga kerja di Arab Saudi, yakni Smasco. Namun, proses pemulangan ke Indonesia justru terkendala biaya.

Ia mengaku diminta membayar uang sebesar Rp40 juta oleh pihak perusahaan penyalur sebagai syarat agar dapat dipulangkan ke Tanah Air.

“Saya sakit pendarahan dan sudah tidak kuat bekerja. Sekarang sudah lebih dari tiga bulan diisolasi,” ujar Latiyah, Selasa (20/1/2026).

Ia berharap pemerintah, khususnya Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), dapat membantu proses kepulangannya tanpa dibebani biaya tersebut.

Sementara itu, ayah Latiyah, Apas, mengatakan anaknya telah bekerja di Arab Saudi selama sekitar satu tahun. Keluhan kesehatan mulai dirasakan sejak lima bulan terakhir.

“Anak saya sering mengeluh sakit dan ingin pulang. Tapi pihak PT menyampaikan, kalau mau dipulangkan harus membayar sekitar Rp40 juta,” ucap Apas.

Apas mengaku pihak keluarga telah melaporkan persoalan tersebut kepada lembaga perlindungan pekerja migran. Keluarga juga meminta pertanggungjawaban sponsor yang memberangkatkan Latiyah ke luar negeri.

“Sponsor sudah diketahui. Kami melapor ke Federasi BUMINU–SARBUMUSI agar kasus ini ditindaklanjuti dan sponsor bertanggung jawab,” ujarnya.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Ketua Federasi BUMINU–SARBUMUSI Banten, Den Hadi Sastra Wijaya, menyatakan pihaknya akan mengawal proses pemulangan Latiyah.

Baca Juga :  Hendak Jemput Wisatawan di Pulau Sangiang, Nelayan Tanjung Peni Dikabarkan Hilang

Ia menegaskan kondisi kesehatan korban menjadi perhatian utama.

“Kami akan berupaya memulangkan TKW yang bermasalah ini karena mengalami pendarahan,” kata Den Hadi.

Menurutnya, pihak federasi akan berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait agar proses pemulangan dapat segera direalisasikan.

Penulis: Rasyid
Editor: Usman Temposo