Beranda Pilkada Serentak 2020 Akses Jalan Pelabuhan Warnasari Terbentur Lahan PT Krakatau Posco

Akses Jalan Pelabuhan Warnasari Terbentur Lahan PT Krakatau Posco

Suasana rapat membahas akses jalan Pelabuhan Warnasari - (Fotografer - Usman Temposo/BantenNews.co.id)

CILEGON – Rencana pembangunan akses jalan Pelabuhan Warnasari sepertinya akan kembali memakan waktu panjang. Ini lantaran untuk membangun akses jalan mega proyek itu masih terkendala masalah lahan. Dimana akses jalan tersebut berbenturan dengan lahan milik PT Krakatau Posco.

Itu terungkap saat dilaksanakannya rapat secara tertutup antara manajemen PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi, PT Krakatau Posco dan PT Krakatau Steel di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Selasa (23/10/2018).

Direktur Operasional dan Komersil PT PCM, Akmal Firmansyah menyatakan terkait permasalahan lahan, pihaknya sudah ada solusi yakni dimungkinkan bakal dilakukan tukar guling.

“Memang ada sedikit masalah mengenai status tanah yang ada di PT Krakatau Steel. Tanah kita yang eksisting dulu tidak bisa dipakai karena berbenturan dengan PT Krakatau Posco, lokasinya di depan PT Krakatau Posco, sekarang dicari alternatifnya, dan ketemu alternatifnya. Sehingga tanah kita yang eksisting dulu kemungkinan ditukar guling dengan yang dipakai sekarang. Luasnya hampir seimbang sekitar 2,3 hektar,” terangnya.

Sementara terkait adanya masalah pipa gas dan kabel yang melintang di akses jalan, Akmal menyatakan bahwa pihaknya sudah menyelesaikan masalah tersebut.

“Soal pipa gas kita sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina dan sudah disetujui (dibangun akses jalan-red), dan pipa gas itu juga sudah tidak berfungsi, tetap kita lindungi semuanya, utility yang ada di sekitar kita lindungi. Begitu juga dengan kabel kita sudah koordinasi dengan PT KDL, kita sudah koordinasi semuanya. Sekarang itu tinggal persetujuan pelaksanaan pembangunan akses jalan saja,” ucapnya.

Dikatakan bahwa untuk saat ini Detail Engineering Design (DED) akses jalan Pelabuhan Warnasari sudah rampung. Sehingga pihaknya bakal membentuk manajemen konstruksi dan kemudian masuk lelang.

“Sedangkan untuk pelaksana pembangunan kita serahkan ke pihak ketiga. Sekarang kita persiapan manajemen konstruksi dan akan dilelang dulu melalui ULP. Kita silakan lelang terbuka, kita menerima saja hasil lelangnya,” ucapnya.

Sementara terkait kebutuhan anggaran, kata dia, pembangunan akses jalan Pelabuhan Warnasari menyedot anggaran sekitar Rp92 miliar.

“Anggarannya kita gunakan dari anggaran yang sudah tersedia hasil tukar guling Kubangsari Rp98,5 miliar. Mudah-mudahan cukup,” katanya.

Sementara itu General Affair PT Krakatau Posco, Agus Suyarso menyatakan bahwa perihal masalah lahan pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemegang saham.

“Bukan tukar guling, namun kami mungkin akan pinjam pakai dan akan dibahas dulu oleh pemegang saham. Soalnya Kami tidak bisa menentukan. Untuk luas lahan juga kita belum tahu, kalau lebarnya sih sekitar 25 meter, tapi panjangnya nanti tergantung berapa pemakainnya, lurus atau berbelok,” ucapnya. (Man/Red)