Beranda Bisnis Aklamasi, Sahruji Rangkul Muhammad Salim di Kepengurusan Kadin Cilegon

Aklamasi, Sahruji Rangkul Muhammad Salim di Kepengurusan Kadin Cilegon

571
0
Salim (kiri) dan Sahruji di perhelatan Mukota V Kadin Cilegon. (Foto : Gilang)

CILEGON – Perhelatan Musyawarah Kota (Mukota) V Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon di Grand Mangku Putra, Kamis (21/11/2019) berlangsung kondusif kendati dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Sahruji, sebagai satu-satunya calon terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kadin untuk periode kedua kalinya. Dalam keterangan persnya, calon petahana ini mengungkapkan bahwa dirinya akan lebih merangkul seluruh kalangan usahawan, termasuk Muhammad Salim, pengusaha yang sempat digadang akan siap bersaing dalam kontestasi perebutan kursi calon Ketua Kadin itu ke dalam jajaran kepengurusan di bawah kepemimpinannya.

“Ya tentulah kita rangkul (Muhammad Salim), sebagai wadah organisasi kan kita harus mengakomodir bagi yang mau untuk jadi pengurus. Jadi kebersamaan kita bangunlah,” ujar Sahruji.

Namun demikian Sahruji belum membeberkan jabatan di kelembagaan yang akan dipercayakan kepada Muhammad Salim. “Kita kan akan komunikasi,” katanya.

Di bagian lain, Muhammad Salim mengaku sudah mendapat kabar rencana keikutsertannya dalam kepengurusan Kadin Cilegon periode 2019-2024. “Insha Allah saya masuk (dalam kepengurusan Kadin), kalau tidak salah sebagai Wakil Ketua I bidang Organisasi ya, karena saya kan belum lihat SK-nya. Karena saya juga kan ngga ikut daftar (sebagai Calon Ketua Kadin), jadi otomatis akan menerima (jabatan di kepengurusan),” katanya.

Pengusaha yang bergerak di bidang kontruksi sipil dan man power ini menilai, adanya perseteruan antara dirinya sebelum puncak perhelatan Mukota merupakan bagian dari dinamika keorganisasian. “Yah kita sudahilah semua, dan kita bangun Kadin ini bareng-bareng demi menjaga kondusifitas Kota Cilegon,” katanya.

Sementara Ketua Organizing Committee (OC) Mukota V Kadin Cilegon, Agus Wisas mengaku bersyukur prosesi Mukota berjalan secara kondusif dan semua pihak mengenyampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan keutuhan organisasi.

“Karena prinsipnya pengusaha itu ingin yang kondusif dan nyaman, bila tidak, maka tidak akan ada iklim investasi. Makanya pengusaha itu harus bersatu, karena esensi pengusaha itu bukan mencari jabatan, tapi mendapat margin yang sebanyak-banyaknya untuk kepentingan umat,” katanya. (dev/red)