SERANG – Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Teguh Aris Munandar menilai, program strategis yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dapat mengikis disparitas wilayah Banten Utara dan Selatan.
Salah satu yang disoroti yaitu program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang tengah digencarkan Pemprov Banten.
Teguh menilai, program yang digagas Gubernur Andra Soni itu sebagai langkah strategis dalam mengurangi ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
“Inisiatif ini merupakan langkah berani sekaligus strategis. Jalan desa adalah urat nadi ekonomi lokal, dan perbaikannya memiliki multiplier effect yang sangat besar bagi masyarakat,” kata Teguh, Sabtu (22/11/2025).
Upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemprov Banten tersebut patut diapresiasi. Apalagi, mendapat dukungan dari berbagai tokoh termasuk diduplikasi di berbagai daerah termasuk di Jawa Barat.
“Respons positif berbagai pihak menunjukkan bahwa program ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput. Peningkatan akses jalan akan memacu sektor pertanian, UMKM, pariwisata lokal, hingga konektivitas sosial,” ungkap Teguh.
Teguh menjelaskan, perbaikan jalan desa secara langsung juga dapat menekan biaya logistik hasil pertanian maupun produk UMKM.
Alokasi anggaran provinsi yang turun langsung ke tingkat masyarakat paling bawa itu turut memastikan desa dengan kapasitas fiskal rendah tetap memperoleh perhatian secara proporsional.
“Jalan yang baik akan menurunkan biaya logistik hasil pertanian dan produk UMKM. Dampaknya adalah meningkatnya nilai tukar petani dan perputaran uang di desa, ujungnya meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat ,” jelasnya.
Selain mendukung ekonomi, peningkatan kualitas jalan turut memperkuat layanan publik. Warga kemudian menjadi lebih mudah untuk mengakses misalnya pendidikan, kesehatan dan layanan pemerintah lainnya.
“Ini adalah fondasi penting untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” ujarnya.
Meski begitu, Teguh mengingatkan, pembangunan jalan desa juga menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut harus menjadi perhatian Pemprov Banten misalnya soal pengawasan terhadap mutu dan kualitas konstruksinya.
“Karena itu standar mutu harus ditegakkan, disesuaikan dengan kondisi tanah dan curah hujan di Banten, serta melibatkan masyarakat dalam pengawasan,” katanya.
Di samping itu, aspek penting lainnya adalah soal menjaga pembagian peran antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota. Agar program berjalan lebih efektif, Teguh mendorong penguatan sinergi antar pemerintah.
Terakhir, Teguh mengingatkan, pembangunan jalan harus terpadu dengan sektor lainnya. Pembangunan jalan tidak bisa berdiri sendiri tanpa terintegrasi dengan jaringan irigasi, listrik, telekomunikasi dan mendukung kawasan pertanian hingga wisata. Termasuk manajemen program perlu dijalankan secara transparan dan akuntabel.
“Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) ini sangat vital untuk memicu pertumbuhan ekonomi di akar rumput. Keberhasilannya bergantung pada transparansi, akuntabilitas, dan sinergi kebijakan agar dana yang besar tidak hanya menghasilkan panjang jalan, tetapi juga dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat desa,” tutupnya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
