Beranda Pilkada Serentak 2020 AHY Nilai Wajar Jika Ada Kader Demokrat Dukung Jokowi

AHY Nilai Wajar Jika Ada Kader Demokrat Dukung Jokowi

459
0
Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono saat memberikan keterangan pers. (Foto : Gilang)

SERANG – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan wajar jika ada kadernya yang mendukung Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Padahal Demokrat bergabung dalam koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

AHY mengomentari kader Partai Demokrat yang justru mendukung Jokowi-Ma’ruf, seperti Nashrudin Azis, kini menjabat Walikota Cirebon Cirebon dan Gubernur Banten, Wahidin Halim.

“Secara terbuka, Partai Demokrat adalah partai demokratis; kita heterogen, kami dari awal partai nasionalis-religius. Kita majemuk, namun NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) harga mati, dan secara demografi kader kami pun beragam. Wajar jika ada beda pilihan,” kata AHY ketika bertemu para kader Demokrat di Rumah Aspirasi, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu (3/4/2019).

Pimpinan Partai Demokrat, menurutnya, tentu mempertimbangkan sanksi untuk kader-kader yang membelot atau berbeda sikap politik dengan kebijakan umum partai. Namun, sanksi itu tak serta-merta dijatuhkan kalau sekadar mendukung kandidat lain.

“Soal membelot ini, kan, bukan hanya terjadi di Partai Demokrat, tapi ada juga di kubu Pak Prabowo maupun kubu Pak Jokowi,” ujarnya dikutip dari VIVA.co.id.

Kader yang mesti dihukum atau disanksi tegas, menurutnya, jika sudah sampai keterlaluan, misalnya mendukung Jokowi-Ma’ruf dan di saat yang sama malah tak peduli pada Demokrat.

“Kepedulian ini, antara lain bisa diperlihatkan dia apakah membantu kader dari Partai Demokrat dalam pencalegan. Kalau tidak peduli, maka kami akan berikan catatan khusus,” ujarnya. (Red)