Beranda Peristiwa Agrowisata Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Pengelolaan Wisata Lebak Disorot

Agrowisata Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Pengelolaan Wisata Lebak Disorot

Lokasi Agrowisata Cikapek di Desa Parahiangan, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. (foto istimewa)

LEBAK – Pembangunan Agrowisata Cikapek di Desa Parahiangan, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, yang digadang-gadang menjadi ikon wisata baru berbasis pertanian dan budaya, kini menjadi sorotan publik. Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp12,1 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebak serta dukungan Pemerintah Provinsi Banten.

Kawasan wisata yang berdiri di atas lahan seluas 52 hektare ini dibangun dalam dua tahap, yakni Rp3,8 miliar pada 2024 dan sekitar Rp8,2–Rp8,3 miliar pada 2025. Namun, besarnya anggaran tersebut dinilai belum diimbangi dengan optimalisasi pengelolaan objek wisata lama di Lebak yang masih terbengkalai dan belum tertata dengan baik.

Ketua Bidang Agitasi Media Propaganda Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA), Idham, menilai pemerintah terlalu memaksakan pembangunan destinasi baru, sementara sejumlah objek wisata lama justru kurang mendapat perhatian.

“Pembangunan wisata seharusnya tidak hanya berorientasi pada proyek fisik baru, tetapi juga memastikan keberlanjutan destinasi yang sudah ada,” ujar Idham, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan, banyak kawasan wisata di Kabupaten Lebak memiliki potensi besar, namun minim perawatan, promosi, fasilitas dasar, akses jalan yang memadai, hingga manajemen yang profesional.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa Agrowisata Cikapek berpotensi mengalami nasib serupa jika tata kelola, pengawasan, dan model bisnisnya tidak dipersiapkan secara matang sejak awal. Bahkan, sejumlah laporan media lokal juga menyoroti dugaan kejanggalan pekerjaan di lokasi proyek serta pentingnya pengawasan penggunaan anggaran.

“Keberhasilan destinasi wisata tidak cukup hanya dengan membangun gerbang megah atau fasilitas baru. Faktor utama terletak pada konsistensi perawatan, promosi berkelanjutan, pemberdayaan UMKM lokal, keterlibatan masyarakat, serta transparansi pengelolaan anggaran,” jelasnya.

Ia pun mempertanyakan masa depan proyek tersebut.

“Kini kami menanti, apakah Agrowisata Cikapek akan benar-benar menjadi kebanggaan baru Kabupaten Lebak, atau hanya menambah daftar proyek mahal yang kehilangan arah setelah diresmikan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kebakaran Kantor Dishub Cilegon, Kadis: Tak Ada Dokumen Penting yang Terbakar

Diketahui, kawasan Agrowisata Cikapek dirancang memiliki berbagai fasilitas, seperti area parkir, masjid, rest area, gedung kuliner, greenhouse, camping ground, miniatur Baduy, jalur trekking, hingga penginapan. Pemerintah berharap proyek ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo