Beranda Nasional Acara Roadshow Bus KPK di Serang Disorot Pegiat Antikorupsi

Acara Roadshow Bus KPK di Serang Disorot Pegiat Antikorupsi

Pawai bus KPK. (IST)

SERANG – Acara Roadshow Bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diadakan di Kota Serang, Provinsi Banten selama 3 hari yakni 30 September hingga 2 Oktober 2022. Acara pembukaan berlangsung pada hari pertama di Alun-Alun.

Sehari sebelum acara dimulai tepatnya pada Kamis (29/9/2022), bus KPK melakukan pawai dengan mengelilingi Kota Serang. Namun, aksi tersebut menuai sorotan dari pegiat antikorupsi.

“Kami lihat gaya promosi yang dilakukan KPK di Banten tadi perlu dipertanyakan efektifitasnya, dengan arak-arakan bus kami lihat sama sekali tidak mencerminkan ajakan perlawanan anti korupsi dan hanya upaya eksistensi, mencari perhatian warga bahwa bus itu ada tapi entah berfungsi atau tidak,” ujar Ayyub Kadriah, Juru Bicara (Jubir) Banten Bersih, Jumat (30/9/2022).

Pawai untuk memperkenalkan Bus KPK itupun menjadi pertanyaan di manakah nilai-nilai antikorupsi yang selama ini ada dalam tubuh KPK. Pasalnya selama ini KPK dinilai sebagai lembaga yang mengedepankan kesederhanaan dan menghindari seremonial.

Ayyub menambahkan seharusnya KPK melakukan pendekatan yang lebih merakyat dan kreatif untuk mengkampanyekan antikorupsi.

“Dalam arak-arakan tersebut justru telah berubah menunjukkan penggunaan anggaran yang seolah jauh dari kata sederhana karena penyambutan Bus KPK terlalu berlebihan itu menunjukkan wajah baru KPK yang sepertinya ingin menampakkan wajah hedonisnya,” tambah Ayyub.

Anggaran kegiatan arak-arakan Bus KPK pun mendapatkan pertanyaan. “Kritik soal anggaran perhelatan bus KPK di Banten merupakan hal wajar, tindakan arak-arakan melahirkan pertanyaan bahwa kegiatan arak-arakan bus tersebut sumber dananya dari mana? Apakah dari KPK atau Pemerintah Provinsi Banten dan Kota Serang? Anggaran siapa yang dihamburkan demi promosi sebuah bus?,”ucap Ayyub.

Menurut Ayyub, sebaiknya KPK berfokus terhadap penindakan kasus korupsi di Provinsi Banten bukannya membuang-buang anggaran.

“KPK terlihat seolah berganti wajah dari lembaga terdepan anti rasuah menjadi lembaga yang seolah hanya butuh eksistensi dan pengakuan,” pungkas Ayyub. (Nin/Red)