Beranda Pilkada Serentak 2020 Acara PHBI di Serang Diduga Jadi Ajang Kampanye Hitam Terhadap Jokowi

Acara PHBI di Serang Diduga Jadi Ajang Kampanye Hitam Terhadap Jokowi

KH Matin Syarkowi menunjukkan video perayaan hari besar umat Islam di Pasir Tambak, Kibin, Serang. (Wahyu/bantennews)

SERANG – Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) rawan dijadikan ajang kampanye untuk pemilihan umum (Pemilu) 2019. Hal itu diduga terjadi di salah satu acara peringatan Isra Mi’raj di Pasir Tambak, Kibin, Kabupaten Serang.

Dalam video yang berdurasi sekitar dua menit lebih tersebut, terlihat penceramah yang belum diketahui identitasnya memimpin salawat dengan menggunakan nyanyian dukungan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

“Peringatan Isra mi’raj itu merupakan peringatan hari besar Islam, milik umat. Peringatan tersebut tentunya harus ada pesan hikmah mengenai isra mi’raj. Karena itu tidak etis (jika) ditumpangi kepentingan politik. Apalagi sampai kampanye di tengah kerumunan massa,” kata Ketua Pembina Bintang Sembilan, Matin Syarkowi ditemui di Kota Serang, Senin (4/1/2019).

Matin meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Kabupaten Serang untuk menindak kegiatan-kegiatan serupa. “Panwas harus bertindak. Tidak baik buat pendidikan masyarakat. PHBI bukan milik sekelompok orang dan agenda politik. Jangan sampai Bawaslu kecolongan,” kata dia.

Mengenai kampanye, Matin menyatakan agar semua pihak menaati aturan yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Kampanye sudah diatur KPU. Mentaati aturan itu wajib. Melanggar aturan akan menimbulkan keresahan. Jangan sesekali PHBI untuk kepentingan politik praktis.”

Selain itu, Matin menilai salawat tersebut berkonten kampanye hitam dengan menyatakan “penista agama”. “Siapa yang meminta agama. Kalau mau tunjuk hidung. Ini kan dampak buruknya mengelabui masyarakat. Sebutan penistaan agama itu, harus jelas. Jangan menuduh orang menista agama. Padahal sebenarnya dia yang sedang menista agama.”

Komisioner Bawaslu Kabupaten Serang, Ari Setiawan mengaku belum mendapatkan laporan dari tim pemenang salah satu pasangan calon. “Cuma memang kami sudah mendapat informasi, ada yang mengirim video yang beredar di masyarakat,” kata dia.

Pihaknya, menurut Ari tengah melakukan pendalaman terkait acara tersebut. “Harusnya sudah ada laporan ke kami. Pengawas di Kibin, nanti kita bedah kasus, ada pelanggaran atau tidak. Nanti kami akan klarifikasi pihak-pihak tertentu.”

Ari mengimbau kepada masyarakat yang merayakan momentum Rajaban, tradisi memperingati peristiwa Isra mi’raj di Serang, Banten agar tidak memanfaatkan PHBI untuk kepentingan politik.

“Upaya pencegahan yang kami lakukan berkomunikasi dengan para pihak. Kalau kegiatan itu kami tau, kami mencegah. Apa yang boleh dan apa yang tidak,” jelasnya. (You/Red)