Beranda Peristiwa Abu Vulkanik GAK Mulai Turun di Pandeglang, Warga Keluhkan Mata Perih

Abu Vulkanik GAK Mulai Turun di Pandeglang, Warga Keluhkan Mata Perih

Abu vulkanik dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terasa di wilayah perkotaan Kabupaten Pandeglang/Mg-Madani Prasetia - Bantennews

PANDEGLANG – Abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai dirasakan warga Kabupaten Pandeglang, Banten. Abu terlihat bertebaran di sejumlah wilayah, termasuk di jalan dan permukiman.

Seorang warga, Nendi Supardi mengatakan, abu vulkanik mulai turun sejak Sabtu sore hingga malam. Kondisi itu dirasakan setelah warga sebelumnya merasakan getaran akibat aktivitas GAK.

“Iya, sekarang debu vulkanik sudah terasa turun di Pandeglang. Semalam sampai pagi tadi getaran terasa, hari ini debu vulkanik,” kata Nendi, Sabtu (5/9/2026).

Nendi menjelaskan, abu tersebut mengganggu penglihatannya saat berkendara menggunakan sepeda motor. Matanya terasa perih ketika melintas di wilayah yang mulai terpapar abu.

“Seperti di Majasari ini, abu sudah terlihat bertebaran,” ujarnya.

Menurut Nendi, fenomena tersebut cukup berbeda dibanding kondisi sebelumnya. Meski begitu, warga belum menunjukkan kepanikan.

“Sementara tidak panik. Cuma mulai merasakan debu di teras-teras rumah, sama mata perih,” jelasnya.

Laporan serupa datang dari wilayah pesisir. Anggota Pusdalops BPBD Pandeglang, Deni mengatakan, abu vulkanik mulai turun di Pasauran, Kecamatan Carita. Ia menyebut abu yang turun di wilayah tersebut belum terlalu tebal.

“Baru dapat laporan abu sudah sampai ke Pasauran,” kata Deni.

Penulis : Mg-Madani Prasetia

Editor : Usman