Beranda Kesehatan Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Mengancam, Dinkes Pandeglang Siapkan 1.500 Boks Masker

Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Mengancam, Dinkes Pandeglang Siapkan 1.500 Boks Masker

Kepala Dinkes Pandeglang, Eni Yati (tengah) saat diminati keterangan. (Mg-Madani Prasetia/Bantennews)

PANDEGLANG — Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) masih mengancam kesehatan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang. Mengantisipasi paparan abu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang menyiapkan 1.500 boks masker untuk petugas lapangan hingga masyarakat.

Kepala Dinkes Pandeglang, Eni Yati mengatakan, pihaknya mengambil stok masker dari gudang farmasi dan mulai mendistribusikannya pada Senin (7/9/2026).

“Di gudang farmasi kami ada 1.500 boks masker. Hari ini akan kami distribusikan, mulai dari aparat yang turun ke lapangan, TNI-Polri, kejaksaan, OPD, puskesmas, rumah sakit, dan terutama masyarakat,” kata Eni.

Eni menegaskan, warga tidak boleh menganggap remeh abu vulkanik. Partikel halus abu dapat masuk melalui saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru dan mengganggu kesehatan.

“Abu vulkanik itu berbahaya. Kalau terhirup melalui hidung, partikelnya bisa masuk ke paru-paru dan mengganggu pernapasan,” ujarnya.

Dinkes Pandeglang juga terus memantau kondisi kesehatan warga, terutama di wilayah selatan dan kawasan pesisir yang berpotensi terdampak abu vulkanik.

Hingga Senin, Dinkes belum menemukan lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan abu vulkanik.

“Dari hasil monitoring di wilayah selatan dan pinggir pantai, belum ada peningkatan kasus ISPA. Kondisinya masih relatif aman,” kata Eni.

Meski belum menemukan peningkatan signifikan, Eni meminta warga tetap waspada selama aktivitas GAK masih berlangsung.

Ia meminta warga memakai masker saat keluar rumah dan memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kondisi tubuh.

“Kalau keluar rumah jangan lupa menggunakan masker. Hal yang sederhana seperti ini jangan diabaikan dan tetap banyak minum air putih,” tegasnya.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd