CILEGON – Wakil Ketua DPRD Cilegon, Masduki, mengkritik ketidakhadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon dalam rapat Prognosis Semester I. Ia menilai absennya pimpinan daerah membuat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bekerja tanpa pengawasan langsung dari kepala daerah.
Masduki mengaku sengaja menghubungi Wali Kota Cilegon melalui telepon saat rapat berlangsung agar mengetahui langsung kondisi pembahasan anggaran.
“Di ruangan tadi, saya telepon Wali Kota langsung biar tahu kondisi riil TAPD. Dengan kondisi seperti ini, saya sebetulnya pengen cara kerja TAPD itu disaksikan langsung oleh kepala daerah. Mana yang ugal-ugalan, tidak sesuai dengan bidangnya,” kata Masduki, Selasa (4/8/2026).
Rapat Prognosis Semester I di Aula DPRD Cilegon sempat diskors selama beberapa jam setelah DPRD menemukan data pendapatan pajak yang dinilai tidak masuk akal. Dua objek pajak berbeda tercatat memiliki angka pendapatan yang sama sehingga memicu pertanyaan dari anggota dewan.
Temuan tersebut memancing kritik keras DPRD. Mereka menilai Pemkot Cilegon tidak serius menyusun dokumen prognosis yang menjadi dasar pembahasan anggaran.
Masduki mengingatkan, rapat Prognosis Semester I sebelumnya juga sempat tertunda karena kesalahan serupa. Ia meminta kepala daerah menjadikan persoalan itu sebagai bahan evaluasi untuk menata kembali jajaran TAPD.
Menurutnya, pembahasan prognosis berpengaruh langsung terhadap pelaksanaan program prioritas kepala daerah dan pencapaian target pembangunan.
“Dari pihak eksekutif, baik Wali Kota maupun Wakil Wali Kota tidak hadir dan ini sangat saya sayangkan. Wali Kota punya hak prerogatif. Kalau emang mau dimutasi dengan cara kerja begitu, mutasi segera. Karena ini berpengaruh pada realisasi RPJMD beliau,” tegasnya.
Masduki berharap DPRD dan Pemkot Cilegon dapat menuntaskan pembahasan Prognosis Semester I pada hari yang sama agar perencanaan anggaran berjalan sinkron antara target pendapatan dan belanja daerah.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
