PANDEGLANG – Proses lelang pekerjaan fisik di Kabupaten Pandeglang molor dari jadwal, padahal target Bupati Pandeglang, Irna Narulita seharusnya hal itu sudah dimulai pada Februari 2019 lalu, namun hingga kini lelang masih belum juga dilaksanakan.
Irna Narulita mengungkapkan ada sekitar 78 paket pekerjaan yang sudah siap dilelangkan. Ia berharap April mendatang proses lelang sudah bisa dilakukan dan segera muncul pemenangnya.
“Kemarin masih sisa 5 paket lagi yang RPP-nya masih mondar-mandir. Mudah-mudahan jemput bola kesalahannya dimana dan saya minta dikawal oleh Sekda terutama Asda Ekbang. Mudah-mudahan udah mulai tayang di minggu ini dari 78 paket tersebut,” ungkapnya, Selasa (26/3/2019).
Meski ditargetkan pada Februari 2019, pada pelaksanaannya Irna mengaku masih banyak sekali kekurangan sehingga perlu penambahan waktu, tetapi dirinya memastikan di minggu ini semua paket pekerjaan bisa ditayangkan di ULP.
“Ternyata pelaksanaannya sangat sulit, dimana HPS-nya masih kurang, kerangka acuannya sama dengan di-breakdown ke bawahnya gak sesuai, sehingga jangan sampai ada permasalah di kemudian hari,” katanya.
Kata Irna, paket pekerjaan yang paling banyak harus dilelangkan terdapat di DPUPR dan Perkim, namun pasca-bencana tsunami yang melanda Pandeglang beberapa waktu lalu membuat sebagian besar perhatian di dua dinas tersebut terfokus pada pemulihan bencana sehingga menjadi kedala tambahan di lapangan.
Ia menekankan pada proses lelang kali ini yang paling menjadi prioritas adalah paket pekerjaan infrastruktur jalan. Dirinya menginginkan tahun ini proses lelang lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Memang kemarin kita sempat crowded dapat ujian dan cobaan sehingga Perkim dan PUPR ini banyak di lapangan tetapi itu tidak boleh menjadi alasan karena mereka sudah punya Renstra-nya, RKA-nya dan Renja-nya sudah mulai terurai sekarang,” tukasnya. (Med/Red)
