Beranda Ramadan Masjid Agung Ats-Tsauroh, Lokasi Favorit Berbuka Puasa Warga Kota Serang

Masjid Agung Ats-Tsauroh, Lokasi Favorit Berbuka Puasa Warga Kota Serang

Warga menyantap hidangan berbuka puasa di halaman Masjid Agung At-Tsauroh Kota Serang. (Adef/bantennews)

Setiap Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Agung At-Tsauroh ini tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjelma lokasi favorit warga untuk menanti azan Magrib dan berbuka puasa bersama.

Sejak sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB, pelataran masjid mulai dipadati masyarakat. Anak-anak berlarian kecil di bawah pengawasan orang tua, remaja duduk bergerombol menenteng takjil, hingga para pekerja yang singgah sepulang kantor. Semua menuju satu titik: Masjid Agung Ats-Tsauroh.

Di sisi halaman, sekitar 150 tenan berjajar rapi. Kehadiran bazar takjil ini seolah melengkapi denyut Ramadan di masjid kebanggaan warga Serang tersebut.

Aneka hidangan tersaji, mulai dari ketan bintul khas Banten, kolak pisang, bubur sumsum, hingga gorengan dan minuman segar.

Namun, daya tarik utama tetap pada masjidnya. Banyak warga memilih berbuka di area pelataran, lalu melanjutkan salat Magrib berjamaah. Suasana religius berpadu dengan hangatnya kebersamaan keluarga.

Ketua DKM Masjid Agung Ats-Tsauroh, Khaeroni, mengatakan antusiasme warga terus meningkat setiap tahun. Sejak panitia membuka pendaftaran, seluruh lapak langsung terisi.

“Alhamdulillah setiap hari ramai. Ada sekitar 150 tenan dan semuanya penuh. Warga memang menjadikan Masjid Ats-Tsauroh sebagai lokasi favorit berbuka,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas umat. Karena itu, pengelola memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan selama Ramadan. Bahkan, DKM menggratiskan parkir bagi pedagang yang berjualan di dalam area masjid.

Menjelang Magrib, suasana semakin khusyuk. Langit senja menguning di balik kubah, jamaah mulai mengambil posisi untuk berbuka.

Sebagian menyantap kolak dan air mineral sederhana yang dibagikan, sebagian lain menikmati takjil yang baru dibeli. Setelah azan berkumandang, mereka bergegas merapatkan saf untuk salat berjamaah.

Baca Juga :  75 Anggota Pramuka Bantu Pemudik di Lebak

Bagi Itoh, warga Kotabaru yang sudah 16 tahun berjualan di area ini, Masjid Ats-Tsauroh selalu menghadirkan keberkahan tersendiri. “Kalau di sini alhamdulillah biasanya habis sebelum Magrib. Ramainya beda,” katanya.

Hal serupa dirasakan Akmal, mahasiswa yang membantu usaha keluarganya selama Ramadan. Ia mengaku pembeli terus berdatangan setiap sore. “Memang padat, tapi justru itu yang bikin semangat,” ujarnya.

Masjid Agung Ats-Tsauroh akhirnya bukan sekadar tempat singgah membeli takjil. Ia menjadi ruang kebersamaan—tempat warga Kota Serang merajut silaturahmi, menguatkan ibadah, dan merasakan hangatnya Ramadan dalam satu hamparan halaman yang sama.

Di bawah kubahnya yang megah, waktu seakan melambat setiap senja. Di sanalah warga menemukan bukan hanya makanan berbuka, tetapi juga suasana religius yang menenangkan hati.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd