Beranda Ramadan Lima Novel yang Cocok untuk Bacaan Ngabuburit

Lima Novel yang Cocok untuk Bacaan Ngabuburit

Seorang pembaca buku. (BantenNews.co.id)

MENUNGGU waktu berbuka puasa sering terasa lebih lama dari biasanya. Agar ngabuburit tidak hanya diisi dengan scrolling tanpa arah, membaca novel bisa menjadi pilihan yang menyenangkan sekaligus menenangkan. Cerita yang ringan, reflektif, atau penuh makna bisa membantu waktu terasa lebih cepat berlalu. Berikut lima novel yang cocok menemani sore Ramadan Anda.

1. Hujan – Tere Liye

 

 

Image

 

Novel ini mengisahkan tentang kehilangan, ketabahan, dan kekuatan untuk bangkit. Dengan gaya bahasa yang sederhana namun emosional, Hujan membawa pembaca menyelami perjalanan hidup tokohnya di tengah bencana dan perubahan dunia. Ceritanya mengalir ringan, tetapi tetap menyimpan pesan mendalam tentang merelakan dan memaafkan. Cocok dibaca saat ngabuburit karena alurnya membuat pembaca larut tanpa terasa waktu berjalan cepat.

2. Negeri 5 Menara – Ahmad Fuadi

 

Image

 

 

Novel inspiratif ini berkisah tentang perjuangan enam santri di pesantren dengan mimpi besar yang menggantung tinggi. Semangat “man jadda wajada” menjadi roh cerita yang membakar motivasi pembaca. Atmosfer religius dan persahabatan yang hangat membuat novel ini sangat selaras dengan nuansa Ramadan. Membacanya saat menunggu berbuka bisa menambah energi positif sekaligus refleksi diri.


3. Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Image

 

 

Kisah perjuangan anak-anak Belitung dalam meraih pendidikan ini selalu relevan dibaca kapan saja. Ceritanya hangat, penuh humor, sekaligus mengharukan. Laskar Pelangi mengajarkan tentang mimpi, kerja keras, dan persahabatan. Bacaan ini ringan namun sarat makna, sangat cocok untuk mengisi waktu ngabuburit dengan cerita yang membangkitkan rasa syukur.

4. Ayat-Ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy

Image

 

 

 

Novel religi-romantis ini mengangkat kisah cinta yang dibalut nilai-nilai Islam. Dengan latar Timur Tengah dan konflik batin yang kuat, cerita ini menghadirkan nuansa spiritual yang kental. Membacanya saat Ramadan bisa menjadi hiburan sekaligus pengingat tentang makna cinta yang berlandaskan iman dan akhlak.

Baca Juga :  Diprediksi Naik Jelang Ramadan, Harga Telur Ayam di Serang Masih Fluktuatif

5. Perahu Kertas – Dee Lestari

 

 

Image

 

Bagi yang ingin bacaan ringan dengan sentuhan romansa dan pencarian jati diri, Perahu Kertas bisa menjadi pilihan. Ceritanya mengalir santai dengan dialog yang hidup dan karakter yang dekat dengan keseharian anak muda. Cocok untuk menemani sore yang tenang sambil menunggu azan magrib berkumandang.

Ngabuburit tidak harus selalu diisi dengan aktivitas di luar rumah. Duduk santai dengan secangkir teh hangat dan novel pilihan bisa menjadi cara sederhana menikmati Ramadan dengan lebih bermakna. Buku yang baik bukan hanya mengisi waktu, tetapi juga memperkaya pikiran dan hati.

Tim Redaksi