Beranda Ramadan Lima Ide Usaha Takjil Kekinian yang Bikin Cuan di Bulan Ramadan

Lima Ide Usaha Takjil Kekinian yang Bikin Cuan di Bulan Ramadan

Dinkes Kota Tangerang Sidak Penjual Takjil - foto istimewa

BULAN RAMADAN selalu menghadirkan peluang usaha musiman yang menjanjikan. Salah satu yang paling diminati adalah bisnis takjil. Menjelang waktu berbuka, masyarakat berburu makanan dan minuman yang praktis, lezat, serta menarik secara visual. Di tengah tren kuliner yang terus berkembang, takjil kekinian menjadi pilihan yang bukan hanya laris, tetapi juga berpotensi menghasilkan keuntungan besar.

Berikut lima ide usaha takjil kekinian yang bisa menjadi ladang cuan selama Ramadan.

Dessert Box Mini, Manisnya Pas untuk Berbuka

 

Image
Dessert box

 

 

Dessert box masih menjadi primadona di dunia kuliner. Namun untuk pasar takjil, versi mini lebih diminati karena harganya terjangkau dan porsinya pas untuk berbuka. Tekstur lembut dengan lapisan krim dan cokelat lumer mampu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Varian seperti cokelat lumer, tiramisu, red velvet, hingga regal atau oreo cream sangat digemari anak muda. Dengan kemasan cup bening berukuran 150–200 ml, produk ini bisa dijual di kisaran harga ramah kantong. Tampilan yang estetik juga membuatnya mudah dipromosikan melalui media sosial.

Minuman Kekinian: Es Kopi hingga Non-Kopi Series

Image
Es kopi segar

 

 

 

Minuman segar selalu menjadi incaran saat berbuka. Es kopi susu gula aren tetap memiliki pasar tersendiri, terutama bagi kalangan muda. Untuk menyasar lebih banyak pembeli, pelaku usaha bisa menambahkan varian non-kopi seperti es cokelat kurma, thai tea, atau boba series.

Inovasi rasa khas Ramadan seperti campuran kurma bisa menjadi daya tarik tambahan. Modal usaha minuman relatif fleksibel, dan sistem pre-order dapat membantu menghindari kerugian akibat stok berlebih.

Rice Bowl Mini, Solusi Berbuka Langsung Kenyang

 

Image
Rice bowl

 

 

Tak sedikit orang yang memilih langsung menyantap makanan berat saat azan magrib berkumandang. Rice bowl mini bisa menjadi solusi praktis. Dengan porsi yang tidak terlalu besar, menu ini tetap ramah sebagai takjil sekaligus pengganjal lapar.

Baca Juga :  1.095 Pegawai Pemprov Banten Telat Hadir Jam 06.00

Menu seperti ayam teriyaki, ayam sambal matah, ayam geprek, atau beef yakiniku cukup populer. Dikemas dalam box praktis dan dijual dengan harga terjangkau, produk ini berpotensi laris di kawasan perumahan maupun sekitar masjid.

Takjil Tradisional Rasa Modern

 

 

Image

 

Masyarakat Indonesia tak pernah lepas dari cita rasa tradisional saat Ramadan. Kolak pisang, es pisang ijo, atau puding santan tetap menjadi favorit. Namun sentuhan modern pada kemasan dan penyajian membuatnya terlihat lebih menarik dan higienis.

Kolak dalam cup premium atau klepon cake dengan tampilan kekinian dapat menjangkau pasar anak muda tanpa meninggalkan rasa nostalgia. Inovasi sederhana pada kemasan sering kali mampu meningkatkan nilai jual.

Takjil Frozen, Peluang Cuan Lebih Lama

Image
Takjil frozen

 

 

 

Berbeda dengan takjil siap santap, produk frozen menawarkan masa simpan lebih panjang. Risoles mayo, lumpia ayam, atau cireng isi bisa dijual dalam kemasan isi sepuluh dengan harga paket hemat.

Keunggulan produk ini adalah fleksibilitas waktu konsumsi. Pembeli dapat menyimpannya di rumah dan menggoreng sesuai kebutuhan. Bahkan setelah Ramadan berakhir, produk frozen tetap memiliki pasar yang stabil.

Usaha takjil kekinian tidak selalu membutuhkan modal besar. Kreativitas dalam mengemas produk, menentukan harga yang kompetitif, serta memanfaatkan promosi digital menjadi kunci keberhasilan. Foto produk yang menarik dan promosi melalui media sosial dapat memperluas jangkauan pasar secara signifikan.

Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momen strategis untuk memulai usaha. Dengan perencanaan matang dan inovasi sederhana, takjil kekinian bisa menjadi sumber cuan yang menjanjikan.

Tim Redaksi