Beranda Budaya Keramas Bareng di Cisadane, Tradisi Warga Babakan Kota Tangerang Sucikan Diri Menyambut...

Keramas Bareng di Cisadane, Tradisi Warga Babakan Kota Tangerang Sucikan Diri Menyambut Ramadan

Keramas Bareng di Cisadane, Tradisi Warga Babakan Kota Tangerang

TANGERANG – Air Sungai Cisadane mengalir tenang di Kampung Bekelir, Kota Tangerang, Selasa (17/2/2026). Di bantaran sungai itu, ratusan warga Kelurahan Babakan berkumpul, membawa sabun, gayung, dan senyum kebersamaan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka kembali menjalani tradisi turun-temurun: keramas bareng menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Bagi warga Babakan, keramas bareng bukan sekadar mandi bersama. Tradisi ini menjadi penanda bahwa Ramadan segera tiba—sebuah ajakan untuk membersihkan diri, lahir dan batin, sebelum memasuki bulan penuh ibadah. Anak-anak, orang tua, hingga remaja larut dalam suasana hangat yang kental dengan nilai kekeluargaan.

Tradisi ini telah berlangsung puluhan tahun dan terus dijaga lintas generasi. Tak ada sekat usia maupun status sosial. Semua menyatu di tepian Cisadane, berbagi cerita, tawa, dan doa. Air sungai menjadi saksi bagaimana kebersamaan dirawat melalui ritual sederhana namun bermakna.

Kepala Bidang Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Supendi, menilai keramas bareng merupakan warisan budaya yang sarat nilai spiritual dan sosial. Menurutnya, tradisi ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Babakan dalam memaknai penyucian diri menjelang Ramadan.

“Nilainya bukan hanya membersihkan badan, tetapi juga menyucikan hati dan mempererat silaturahmi. Tradisi ini adalah identitas masyarakat Babakan sekaligus bagian dari kekayaan budaya Kota Tangerang,” ujarnya.

Supendi menambahkan, pihaknya telah mengusulkan keramas bareng sebagai warisan budaya tak benda agar tradisi ini tetap lestari dan dikenal generasi muda. Di tengah arus modernisasi, ritual semacam ini dinilai penting sebagai pengingat akar budaya dan nilai kebersamaan.

Senada, Sekretaris Camat Tangerang Ahmad Taufik Hidayat menyebut keramas bareng rutin digelar oleh warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Babakan setiap tahun. Selain menyambut Ramadan, tradisi ini juga menjadi sarana edukasi spiritual bagi masyarakat.

Baca Juga :  Lembaga Adat Baduy Larang Turis Asing Masuk Baduy Dalam

“Keramas bareng mengajarkan makna kesiapan menyambut Ramadan dengan hati yang bersih. Harapannya, setelah ini masyarakat semakin rajin beribadah, berpuasa, dan memperbanyak kegiatan keagamaan,” katanya.

Bagi Indah, salah seorang warga Babakan, tradisi ini selalu menghadirkan rasa yang berbeda. “Lebih khusyuk menyambut Ramadan karena dilakukan bersama-sama. Badan bersih, hati juga terasa lebih tenang,” tuturnya.

Di tengah gemericik air Cisadane dan riuh canda warga, keramas bareng menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ritual ibadah, tetapi juga tentang kebersamaan, kesederhanaan, dan menjaga tradisi yang menyatukan. Sebuah cara khas warga Babakan menyambut bulan suci—dengan hati yang jernih dan silaturahmi yang erat.

Tim Redaksi