KAB. TANGERANG – Sebuah karangan bunga bernada kritik keras terhadap kondisi jalan rusak di Kabupaten Tangerang viral di media sosial dan memantik reaksi luas dari masyarakat. Karangan bunga tersebut menyoroti korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu buruknya infrastruktur jalan, sekaligus menyindir tanggung jawab pejabat pemerintah daerah.
Karangan bunga itu diunggah oleh akun Instagram @jubir.warkab pada Sabtu (14/2/2026). Dalam papan bunga tersebut tertulis pesan duka atas meninggalnya korban kecelakaan akibat jalan rusak, disertai kritik tajam terkait nurani dan tanggung jawab pejabat.
Tulisan pada karangan bunga tersebut berbunyi:
“Turut berduka cita atas meninggalnya korban kecelakaan akibat jalan rusak serta berpulangnya hati nurani dan tanggung jawab pejabat. Jalan rusak sudah memakan 4 korban. Kapan akan diperbaiki?”
Karangan bunga itu ditandatangani atas nama Mega Salsabila dan ditujukan kepada pejabat kabupaten dan provinsi.
Unggahan tersebut langsung menyedot perhatian publik. Hingga Minggu (15/2/2026), postingan itu telah mendapatkan lebih dari 4.800 tanda suka, ratusan komentar, serta dibagikan ratusan kali oleh pengguna Instagram.
Kolom komentar dipenuhi ungkapan kekecewaan warganet terhadap kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sejumlah komentar bernada sindiran bahkan menyebut pejabat tidak hanya “tuli” terhadap keluhan warga, tetapi juga “buta” terhadap dampak yang ditimbulkan.
“Ketika pejabat sudah tuli, semoga masih bisa baca,” tulis salah satu warganet. Komentar lain menambahkan, “Bisa baca, tapi kalau tidak mengerti arti yang dibaca bagaimana?” disertai emoji tawa getir.
Sebagian warganet juga menyinggung persoalan klasik perbaikan jalan yang kerap berlarut-larut dan baru mendapat perhatian serius setelah memakan korban jiwa atau viral di media sosial.
Akun @jubir.warkab sendiri dikenal aktif mengangkat berbagai persoalan pelayanan publik di Kabupaten Tangerang, mulai dari infrastruktur jalan, layanan kesehatan, hingga kinerja pemerintahan desa. Unggahan karangan bunga ini dinilai sebagai bentuk protes simbolik atas lambannya penanganan jalan rusak yang dinilai telah lama dikeluhkan warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang maupun Pemerintah Provinsi Banten terkait kritik yang disampaikan melalui karangan bunga tersebut.
Warga berharap pemerintah segera memberikan klarifikasi sekaligus langkah konkret perbaikan jalan demi mencegah jatuhnya korban jiwa berikutnya.
Tim Redaksi
