Beranda Gaya Hidup Self Love: Merayakan Diri Sendiri di Hari Valentine

Self Love: Merayakan Diri Sendiri di Hari Valentine

Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

DI TENGAH riuhnya bunga mawar, cokelat, dan unggahan foto pasangan di media sosial, ada satu bentuk cinta yang kerap terlupakan: cinta kepada diri sendiri. Self love bukanlah sikap egois atau memanjakan diri tanpa batas, melainkan kesadaran untuk menerima, menghargai, dan merawat diri sebagai manusia yang utuh—dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Valentine sering dipersepsikan sebagai perayaan romantisme dua insan. Padahal, sebelum mencintai orang lain secara sehat, seseorang perlu berdamai terlebih dahulu dengan dirinya. Hubungan yang paling panjang dalam hidup adalah hubungan dengan diri sendiri. Jika relasi itu rapuh, maka relasi lain pun mudah goyah.

Self love dimulai dari penerimaan. Menerima bahwa tidak semua hal berjalan sesuai rencana. Menerima bahwa gagal bukan berarti tidak berharga. Banyak orang terlalu keras pada dirinya sendiri—menuntut sempurna, membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, hingga lupa bersyukur atas proses yang telah dilalui. Valentine bisa menjadi momen refleksi: sudahkah kita memperlakukan diri sendiri dengan lembut?

Merayakan diri sendiri tidak harus mahal. Ia bisa sesederhana memberi waktu untuk beristirahat tanpa rasa bersalah, menikmati secangkir kopi sambil membaca buku favorit, berjalan santai tanpa tujuan, atau menuliskan rasa terima kasih pada diri sendiri. Mengakui bahwa kita telah bertahan sejauh ini adalah bentuk penghargaan yang tulus.

Self love juga berarti menjaga batasan. Berani mengatakan “tidak” pada hal-hal yang melelahkan batin. Menjauh dari relasi yang toksik. Memilih lingkungan yang mendukung pertumbuhan. Cinta kepada diri sendiri mengajarkan bahwa kita layak dihormati—termasuk oleh diri kita sendiri.

Di era media sosial, tekanan untuk terlihat bahagia dan sempurna begitu besar. Valentine kadang menjadi panggung perbandingan. Namun kebahagiaan bukan kompetisi. Tidak memiliki pasangan bukan berarti kurang cinta. Justru, momen ini bisa menjadi ruang untuk mengenali diri lebih dalam: apa yang membuat kita bahagia, apa yang ingin diperbaiki, dan ke mana arah hidup akan melangkah.

Baca Juga :  Stres Karena Pilpres, Perlu Tidak Sih Puasa Sosmed?

Pada akhirnya, self love bukan perayaan sehari. Ia adalah proses panjang yang terus belajar dan bertumbuh. Valentine hanyalah pengingat bahwa cinta tidak selalu harus datang dari orang lain. Terkadang, cinta yang paling menyembuhkan adalah cinta yang kita berikan pada diri sendiri.

Karena sebelum menggenggam tangan orang lain, pastikan kita telah memeluk diri sendiri dengan utuh.

Tim Redaksi