
PANDEGLANG – Badan Pangan Nasional (Bappanas) melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam sidak tersebut, Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas Badan Pangan Nasional, Budi Waryanto, didampingi unsur kepolisian serta UPT Pasar dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan setempat, meninjau langsung sejumlah komoditas. Komoditas yang dipantau antara lain bumbu dapur, daging ayam, daging sapi, beras, minyak goreng kemasan, serta ikan laut.
Berdasarkan hasil pemantauan, ditemukan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai, daging sapi, dan daging ayam. Usai peninjauan, Bappanas meminta UPT Pasar segera mengambil langkah pengendalian agar lonjakan harga tidak berlanjut.
Kasubag UPT Pasar Badak Pandeglang, Siti Maryam, mengatakan pihaknya diminta memastikan ketersediaan minyak goreng tetap terjaga hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Selain itu, UPT Pasar juga diminta menekan harga daging kerbau agar tidak terus mengalami kenaikan.
“Untuk beras dan minyak goreng alhamdulillah harganya masih aman. Terkait daging kerbau, diminta agar harganya tidak sampai Rp140 ribu per kilogram. Apalagi menjelang Lebaran, diharapkan bisa turun,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Siti mengakui harga daging ayam saat ini mengalami kenaikan, namun pembahasan terkait komoditas tersebut tidak sempat dilakukan secara mendalam karena keterbatasan waktu pertemuan.
Sementara itu, pedagang daging ayam di Pasar Badak, Afifi, mengungkapkan harga daging ayam saat ini mencapai Rp45 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp30 ribu per kilogram. Ia menilai kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan dari sejumlah dapur MBG yang membeli langsung ke pemasok atau perusahaan, bukan melalui pasar tradisional.
“Semenjak ada MBG, harga naik karena mereka beli langsung ke PT, bukan ke pasar. Pemasok merasa tetap laku, jadi harga dinaikkan. Dampaknya ke kami, jualan jadi turun,” jelasnya.
Kenaikan harga tersebut berdampak signifikan terhadap omzet pedagang. Jika sebelumnya Afifi mampu menjual 2–3 kuintal daging ayam per hari, kini ia hanya mampu menjual sekitar 1 kuintal per hari.
“Biasanya bisa habis 3 kuintal sehari, sekarang 1 kuintal saja sulit. Harapannya MBG bisa belanja ke sini, tapi dengan harga yang stabil,” pungkasnya.
Penulis: Memed
Editor: Usman Temposo