Beranda Pemerintahan 2 Kabupaten Sentra Pertanian di Banten Alami Lonjakan Inflasi

2 Kabupaten Sentra Pertanian di Banten Alami Lonjakan Inflasi

Gubernur Banten Andra Soni dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza M. Moesa saat acara high level meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) di Pendopo Gubernur, Rabu (11/2/2026).

SERANG – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat dua kabupaten sentra pertanian di Banten, yakni Lebak dan Pandeglang, mengalami lonjakan inflasi pada Januari 2026. Di Pandeglang, inflasi tercatat mencapai 3,52 persen, sementara Lebak sebesar 2,38 persen.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, mengatakan angka tersebut meningkat dibandingkan capaian sepanjang 2025, yakni 1,73 persen untuk Pandeglang dan 0,75 persen untuk Lebak.

Menurut Ameriza, kenaikan inflasi tidak semata-mata dipicu oleh faktor produksi. Distribusi hasil pertanian yang lebih banyak dikirim ke luar daerah, sementara kebutuhan lokal belum sepenuhnya terpenuhi, dinilai menjadi salah satu penyebab utama.

“Selama ini banyak hasil tani langsung dikirim ke daerah luar, lalu didatangkan kembali dari luar. Itu tentu membutuhkan biaya transportasi. Selain itu, setiap komoditas berpindah ada nilai tambah atau kenaikan harga,” ujar Ameriza kepada wartawan di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (11/2/2026).

Ia menilai pemerintah daerah dapat memprioritaskan pemenuhan kebutuhan lokal terlebih dahulu serta memperkuat pasar tani agar petani bisa menjual langsung kepada konsumen. Langkah tersebut dinilai efektif untuk menekan biaya distribusi sekaligus menjaga stabilitas harga.

Meski terjadi lonjakan, Ameriza menegaskan kondisi tersebut belum mengkhawatirkan. Secara keseluruhan, inflasi Banten masih berada di bawah angka nasional. Namun demikian, kenaikan harga tetap dirasakan masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah dapat memanfaatkan bantuan subsidi distribusi pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Misalnya ada daerah yang tidak memiliki biaya untuk menjual ke kota terdekat, pemerintah bisa menyiapkan subsidi. Bapanas memiliki subsidi biaya transportasi yang bisa dimanfaatkan oleh Pemda,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan pihaknya akan kembali berdiskusi dengan BI. Meski terjadi inflasi di daerah penghasil pangan, ia mengklaim secara umum inflasi di Banten masih terkendali di angka 2,74 persen.

Baca Juga :  UMK Kabupaten Lebak Naik 8,51 Persen

“Kami akan diskusi dengan BI. Dari hasil temuan tadi, ternyata di daerah penghasil justru mengalami inflasi yang cukup tinggi. Namun insyaallah secara keseluruhan inflasi di Banten masih terjaga, termasuk ketersediaan pasokan dan distribusinya yang lancar,” ujarnya.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman Temposo