CILEGON — Bencana hidrometeorologi berupa robohnya Tembok Penahan Tanah (TPT) menimpa sebuah rumah warga di Lingkungan Temugiring, RT 004/RW 001, Kelurahan Banjar Negara, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Senin (9/1/2026).
Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kota Cilegon, hujan berintensitas lebat disertai angin cukup kencang serta kondisi bangunan yang sudah tua menjadi penyebab robohnya TPT milik Ibu Asmawatin. Runtuhan tersebut menimpa rumah milik Ibu Noni.
Akibat kejadian itu, tiang rumah bagian depan serta atap dapur ambruk dan mengalami kerusakan ringan. Rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total tiga jiwa. Tidak terdapat korban jiwa, sementara kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta.
Kepala BPBD Kota Cilegon, Damanhuri, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah cepat penanganan di lokasi. “Petugas BPBD bersama perangkat kelurahan dan unsur masyarakat sudah melakukan asesmen, pendataan, evakuasi puing, serta pendistribusian logistik. Hingga pukul 10.30 WIB, kondisi dinyatakan aman dan terkendali,” ujar Damanhuri.
Ia menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini adalah pembangunan kembali TPT yang roboh guna mencegah potensi longsor susulan, terutama jika curah hujan kembali tinggi. “Kami terus berkoordinasi untuk penanganan lanjutan dan pemantauan di lokasi,” tegasnya.
Sementara itu, pemilik rumah masih bertahan tinggal di rumah tersebut dengan pengawasan dan pendampingan dari unsur terkait. BPBD Kota Cilegon mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah rawan longsor.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
