KAB. TANGERANG – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) memastikan penanganan banjir terus dilakukan, salah satunya melalui penguatan bibir Sungai Cidurian.
Selain itu, peralatan kebencanaan juga terus disiagakan agar mempermudah dalam penanganan bencana baik banjir dan longsor.
Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana mengatakan, alat dan bahan telah disiapkan untuk menangani longsor dan melindungi masyarakat dari ancaman longsor susulan.
“Peralatan dan material kebencanaan milik BBWSC3 sudah siap digunakan. Namun, kami tetap melihat kondisi lapangan. Terutama akses menuju lokasi, sebelum menentukan metode penanganan yang tepat,” kata Dedi melalui rilia resmi yang diterima BantenNews.co.id, Selasa (3/2/2026).
Dikatakan Dedi, pada penanganan darurat ini, pihaknya fokus memperkuat bibir sungai dan mengarahkan aliran limpasan agar tidak langsung menghantam tanggul tanah.
“Struktur tanggul eksisting tidak kami intervensi karena materialnya berupa pasir dan berisiko jika diganggu. Upaya yang akan lakukan adalah menahan dan mengendalikan arah limpasan agar dampaknya tidak membahayakan,” katanya.
Dedi menjelaskan, penguatan tanggul akan dilaksanakan menggunakan metode pemasangan bronjong pada bibir sungai. Di mana, langkah itu berfungsi menahan arus sungai dan mencegah longsor.
Selain itu, konstruksi bronjong berupa anyaman kawat berlapis galvanis yang diisi dengan batu dapat membuat limpasan air tetap mengalir namun mengurangi tekanan tanah di bibir sungai.
“Jika tidak segera ditangani bibir sungai akan semakin tergerus dan mengancam keselamatan warga serta bangunan yang ada di dekat bibir sungai,” jelas Dedi.
Sementara itu, untuk penanganan jangka panjang, BBWSC3 telah menyiapkan desain tanggul permanen menggunakan metode perkuatan tanggul dengan pemasangan parapet dan pemasangan pintu air sebagai solusi pengendalian banjir di Sungai Cidurian. Di mana, saat ini proses pengajuan anggarannya masih terus diupayakan.
BBWSC3 saat ini juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Tangerang untuk memastikan penanganan darurat dapat dilaksanakan secara efektif sehingga aktivitas masyarakat dapat segera pulih.
Dedi mengungkapkan, selian penanganan banjir dan longsor di Sungai Cidurian, pihaknya juga telah melakukan pemulihan terhadap konektivitas juga dilakukan pada ruas jalan Tol Tangerang – Merak KM 50 yang sempat tergenang dan menyebabkan kemacetan.
“BBWSC3 bersama PT Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak melakukan pembuatan tanggul sementara di sisi jalan, menggunakan geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB) dengan panjang penanganan kurang lebih 300 meter,” jelasnya.
“Kini ruas Tol Tangerang – Merak, yang merupakan akses krusial bagi mobilisasi barang dan penumpang dari Pulau Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya, telah pulih dan dapat dilalui dengan aman oleh seluruh jenis golongan kendaraan,” sambungnya.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
