Beranda Peristiwa Debit Air Sungai Ciujung Naik, 14 Rumah Warga Muaradua Lebak Terdampak Longsor

Debit Air Sungai Ciujung Naik, 14 Rumah Warga Muaradua Lebak Terdampak Longsor

Kondisi rumah warga di Kampung Gambiran, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, yang terdampak longsor akibat tergerus air Sungai Ciujung. (Foto: Sandi/BantenNews.co.id)

LEBAK – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Lebak menyebabkan debit air Sungai Ciujung meningkat dan meluap. Akibatnya, sebanyak 14 rumah warga di Kampung Gambiran, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, terdampak longsor pada Sabtu (30/1/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah-rumah yang mengalami kerusakan berada di bantaran sungai. Meluapnya air Sungai Ciujung menggerus tanah tebing sehingga memicu longsor dan merusak bagian rumah warga, terutama dapur yang pondasinya bersentuhan langsung dengan bibir sungai.

Salah satu warga terdampak, Muslimah, mengatakan bahwa longsor sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, namun kondisi saat ini merupakan yang terparah.

“Sedikitnya ada empat rumah yang kondisinya rusak parah, kerusakan ada pada bagian dapur. Sedangkan 10 rumah lainnya mengalami rusak ringan dan rusak sedang,” ujar Muslimah kepada awak media, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, saat debit air Sungai Ciujung meningkat, aliran air langsung menggerus tebing yang berdekatan dengan rumah warga.

“Air naik, longsor pun terjadi. Kalau air surut, tanahnya ikut turun. Jadi air naik maupun surut, longsor tetap terjadi,” ungkapnya.

Meski rumah mereka terdampak, Muslimah bersama warga lainnya masih bertahan dan tidak mengungsi karena tidak memiliki tempat tinggal lain.

“Kalau dibilang takut pastinya takut, tapi mau bagaimana lagi, tidak ada tempat tinggal selain rumah ini,” imbuhnya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi terbaik bagi warga terdampak, termasuk kemungkinan relokasi ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu, Kepala Desa Muaradua, Jumhadi, menyampaikan bahwa kondisi longsor yang menimpa warganya sangat mengkhawatirkan. Bahkan, salah satu rumah mengalami kerusakan serius.

“Yang paling rusak parah itu rumah milik Ana, sebagian rumahnya sudah turun ke bawah,” ucap Jumhadi.

Baca Juga :  Keluarga Pramugari Sriwijaya Air SJ-182 Berharap Korban Segera Ditemukan

Menurutnya, hingga saat ini pihak desa hanya bisa memberikan imbauan kewaspadaan kepada warga yang tinggal dekat bantaran sungai.

“Untuk relokasi kami masih terkendala lahan dan anggaran. Jalan satu-satunya adalah penanganan dari Pemerintah Daerah agar longsor di Desa Muaradua bisa segera ditangani,” jelasnya.

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo