KAB. SERANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang melalukan normalisasi saluran irigasi di Ciruas, Kabupaten Serang, Jumat (30/1/2026).
Normalisasi itu merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang sebagai bentuk mitigasi banjir yang kerap merendam Perumahan Bumi Ciruas Permai atau BCP 2 di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) pada DPUPR Kabupaten Serang, Nurlailah mengatakan normalisasi dilakukan di saluran irigasi sepanjang 1 kilometer, dengan kedalaman 2 hingga 3 meter.
“Sejak Senin, 26 Januari kita menormalisasi saluran-saluran pembuangan itu. Targetnya sampai ke Sungai Ciwaka Timur, untuk meminimalisir banjir yang terjadi di Perumahan BCP 2. Ini bagian dari penanganan darurat banjir Pemkab Serang,” kata Nurlailah.
Nurlailah menjelaskan, sebelum normalisasi, pihaknya terlebih dulu melakukan penyesuaian elevasi di kawasan tersebut. Hal itu dilakukan agar air mengalir sampai ke Sungai Ciwaka Timur.
“Kita ini penanganannya dari hilir sampai ke hulu. Sebelumnya kita sudah pernah penanganan di arah hilir itu Sungai Cibening ke arah Ciwaka Barat. Nah setelah jembatan ini bagian hulu itu nanti dilarikan ke Sungai Ciwaka Timur,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nurlailah menuturkan, pada saat bencana banjir di BCP 2, Desember 2025, pihaknya sudah melakukan penanganan di Sungai Ciranjeng ke arah Sungai Cibening yang mengalir ke Sungai Ciwaka Barat.
“Untuk sekarang (penangangan normalisasi) kita ke arah kanannya yang mengalir ke muaranya ke Sungai Ciwaka Timur. Jadi ada dua sungai, Ciwaka Barat dan Ciwaka timur,” terangnya.
Nurlailah menilai, banjir yang terjadi di Perumahan BCP 2, lantaran elevasi rendah. Sehingga, jika hujan dengan intensitas tinggi turun, kawasan itu terendam banjir.
“Di daerah sini elevasinya rendah, jadi memang tempat parkir air sebetulnya. Tapi, karena memang sudah berdiri perumahan tetap harus ada tata kelola air yang sangat-sangat komprehensif di sini supaya tidak terjadi banjir,” ungkapnya.
Nah upaya ini salah satunya coba normalisasi saluran pembuangannya supaya air bisa lari ke sungai utamanya, Sungai Ciwaka,” sambungnya.
Untuk penanganan jangka panjang, kata Nurlailah, normalisasi sungai dan irigasi harus dilakukan secara terus-menerus.
Ia juga mengaku, ke depan akan membuat kajian lebih dalam untuk penanganan banjir di BCP 2.
“Kalau saat ini baru penanganan daruratnya terlebih dulu, dan kita akan tindaklanjuti melakukan kajian untuk penanganan di daerah BCP 2 ini,” ujarnya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
