SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat sedikitnya 330 rumah terdampak banjir yang terjadi di sejumlah wilayah pada Kamis (29/1/2026). Hingga pukul 08.00 WIB, sebagian besar genangan dilaporkan mulai berangsur surut, meski beberapa titik masih tergenang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan banjir terjadi di sejumlah titik setelah hujan mengguyur wilayah Kota Serang dalam beberapa waktu terakhir. Meski begitu, kondisi cuaca pada pagi hari terpantau cerah berawan.
“Data sementara yang kami himpun, terdapat 11 kejadian banjir yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Serang dan Kecamatan Cipocok Jaya. Total warga terdampak mencapai 368 kepala keluarga atau 1.099 jiwa,” ujar Diat.
Di Kecamatan Serang, banjir merendam sejumlah permukiman dengan ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 80 sentimeter.
Salah satu wilayah terdampak terbesar berada di Lingkungan Kantin, Kelurahan Cimuncang, dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter. Di lokasi ini, 235 rumah milik 250 KK atau 650 jiwa terdampak. Saat ini, air di wilayah tersebut dilaporkan sudah surut.
Genangan serupa juga terjadi di Lingkungan Cimuncang Sido Muncul, masih di Kelurahan Cimuncang, dengan ketinggian air sekitar 80 sentimeter. Banjir berdampak pada 35 rumah dan 115 jiwa, dengan kondisi air berangsur surut.
Sementara itu, di Lingkungan Mandala Citra, Kelurahan Unyur, air setinggi 30 sentimeter masih menggenangi permukiman warga dan berdampak pada 17 KK atau sekitar 60 jiwa.
Beberapa titik lain seperti di Sumur Pecung, Lopang, Lontarbaru, dan Unyur dilaporkan sudah mengalami penyurutan air secara bertahap.
Di Kecamatan Cipocok Jaya, banjir terjadi di Kompleks Untirta Permai, Kelurahan Panancangan, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Hingga kini, jumlah warga terdampak di lokasi tersebut masih dalam proses pendataan dan air masih menggenang.
Diat menjelaskan, BPBD Kota Serang telah menurunkan personel dan peralatan ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan, evakuasi, serta pendataan.
“Kami melakukan monitoring di wilayah terdampak, evakuasi warga yang membutuhkan bantuan, serta assessment terhadap kerusakan rumah. Personel juga disiagakan untuk penanganan pohon tumbang dan potensi bencana susulan,” katanya.
BPBD juga terus berkoordinasi dengan BMKG dalam memantau perkembangan cuaca, serta menyebarkan informasi kebencanaan melalui media sosial dan call center BPBD Kota Serang.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Kami mengingatkan warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, agar terus memantau informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan. Pengguna jalan juga diminta berhati-hati saat melintas di wilayah rawan pohon tumbang maupun genangan air,” tutup Diat.
BPBD memastikan akan terus memperbarui laporan situasi kebencanaan apabila terjadi perkembangan lebih lanjut di lapangan.
Tim Redaksi
