SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mulai memperluas sasaran program cek kesehatan gratis (CKG) dengan menempatkan kalangan pekerja sebagai fokus utama pada awal 2026.
Program ini diarahkan untuk menjangkau sekitar satu juta pekerja di berbagai sektor industri sebelum memasuki bulan puasa.
“Di awal bulan sampai dengan akhir bulan Februari, sebelum bulan puasa, kami konsentrasi ke para pekerja,” kata Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, Rabu (28/1/2026).
Ati menjelaskan, program CKG akan menyasar pekerja di seluruh skala industri, mulai dari industri kecil, menengah, hingga industri besar yang beroperasi di wilayah Banten.
Dengan cakupan tersebut, Dinkes optimis sebagian besar pekerja dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut.
Ati menargetkan sekitar 90 persen dari total satu juta pekerja dapat mengikuti program ini. Untuk mencapai target tersebut, koordinasi lintas wilayah telah dilakukan sejak awal.
“Targetnya 90 persen. Dari data yang masuk di kita, ada sekitar hampir 1 juta ya. Karena kita masuk ke pekerja kecil sampai dengan pekerja besar,” ujarnya.
“Oleh karenanya ini kita harus benar-benar kerja keras on the track. Maka sejak awal kami sudah mulai start dengan seluruh kabupaten-kota yang ada,” sambungnya.
Selain bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota, pelaksanaan CKG juga melibatkan asosiasi pekerja atau buruh serta kalangan pengusaha.
Menurut Ati, keterlibatan pemberi kerja menjadi faktor penting dalam memastikan pemeriksaan kesehatan dapat berjalan optimal.
“Tentu yang memiliki karyawan wajib melaksanakan CKG. Dan eksekusinya akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten-kota beserta UPT-nya Puskesmas,” ujar Ati.
Dari sisi teknis, pemeriksaan kesehatan dirancang fleksibel agar dapat menyesuaikan dengan aktivitas kerja.
Petugas kesehatan dapat mendatangi lokasi industri secara terjadwal, namun pekerja juga diberi pilihan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Caranya nanti pekerja itu datang ke fasilitas atau kita ke pabrik-pabrik. Tapi kita janjian tentu bergiliran. Tapi tidak menutup kemungkinan jika memang para pengusahanya ingin dilaksanakan di Puskesmas,” jelasnya.
Ati menegaskan, penyasaran pekerja dalam program CKG merupakan bagian dari strategi mempercepat cakupan layanan kesehatan preventif, khususnya bagi kelompok usia produktif yang selama ini kerap abai terhadap pemeriksaan kesehatan rutin.
Sebelumnya, program CKG telah menyasar pelajar dan masyarakat umum dengan target seluruh penduduk Banten berjumlah 12.537.436 orang dapat mengikuti program nasional tersebut.
“Di tahun 2026, dimana seluruh pemerintah provinsi se-Indonesia ditargetkan oleh Bapak Presiden yaitu 46 persen dari total jumlah penduduk,” kata dia.
Meski demikian, Ati mengakui masih terdapat kendala di lapangan, terutama rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, sebagian warga masih merasa khawatir mengetahui kondisi kesehatannya apabila mengikuti CKG.
Karena itu, ia berharap program ini dapat membangun pemahaman bahwa upaya pencegahan jauh lebih ringan dibandingkan penanganan penyakit.
“Kesadaran masyarakat atas pentingnya kesehatan ini masih sangat minim. Tadi yang saya bilang, ‘Ngapain saya harus dicek? Saya sehat.’ Belum lagi saya takut. Takut nanti hasilnya buruk, kepikiran malah jadi sakit,” ucapnya.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
