Beranda Peristiwa Seorang Kakek di Serang Tewas Tercebur Sumur Saat Membuat Kandang Bebek

Seorang Kakek di Serang Tewas Tercebur Sumur Saat Membuat Kandang Bebek

Proses evakuasi warga yang tercebur ke dalam sumur tua. (Edo/Bantennews.co.id)

SERANG – Seorang lelaki bernama Madsura (60), warga Kampung Bojong Gadung, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, meninggal dunia setelah tercebur ke dalam sumur tua di belakang rumah adik kandungnya, Kamis (22/1/2025) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tercebur ke dalam sumur saat tengah membantu adik kandungnya membangun kandang bebek di belakang rumah.

Kapolsek Carenang AKP Desma Priatna menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh salah seorang tetangga korban yang mendengar suara teriakan minta tolong dari arah belakang rumah.

“Awalnya saksi mendengar suara minta tolong dari arah belakang rumah,” ujar AKP Desma Priatna didampingi Kanit Reskrim Ipda Dhenny Hariyanto.

Mendengar teriakan tersebut, saksi bernama Irig Ira Aryanti berusaha mencari sumber suara. Ia kemudian mendatangi salah seorang warga bernama Mudai untuk bersama-sama mencari sumber teriakan minta tolong tersebut.

Setelah dilakukan pengecekan, keduanya menemukan sebuah sumur lama yang sudah tidak terpakai dalam kondisi terbuka, padahal sebelumnya sumur tersebut diketahui tertutup.

“Saat dilakukan pengecekan, diketahui bahwa sumur yang sudah tidak terpakai itu dalam keadaan terbuka,” jelas Kapolsek.

Menyadari adanya kejanggalan, Mudai bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian ke dalam sumur tersebut dan menemukan korban Madsura berada di dalam sumur dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Korban selanjutnya dievakuasi oleh warga dengan dibantu aparat kepolisian ke permukaan, sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh warga,” tambah Desma.

Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa tersebut diduga murni sebagai kecelakaan.

Baca Juga :  Ratusan Warga Kramatwatu Serang Divaksin Covid-19

Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” pungkas Kapolsek.

Penulis: Edo Dwi

Editor: TB. Ibnu Rushd