Beranda Pendidikan Korban Pelecehan Guru SDN di Tangsel Trauma, Pemkot Lakukan Pendampingan

Korban Pelecehan Guru SDN di Tangsel Trauma, Pemkot Lakukan Pendampingan

SD Negeri 1 Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan

TANGSEL – Sejumlah siswa yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang guru di SD Negeri 1 Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dilaporkan mengalami trauma psikologis. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) telah melakukan pendampingan guna memulihkan kondisi mental para korban.

Kepala UPTD PPA Kota Tangerang Selatan, Tri Purwanto, mengatakan tanda-tanda trauma sudah terlihat pada para korban. Namun, tingkat keparahan trauma tersebut masih dalam proses penilaian.

“Secara garis besar belum bisa disimpulkan tingkat traumanya, tetapi trauma itu ada,” ujar Tri, Rabu (21/1/2026).

Menurut Tri, pendampingan psikologis telah dilakukan sejak Selasa (20/1/2026). Untuk tahap awal, fokus pendampingan diberikan kepada sembilan siswa yang telah membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.

“Sembilan anak ini yang sementara kami dampingi karena dibutuhkan dalam proses penyelidikan,” katanya.

Tri menjelaskan, konseling akan dilakukan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing korban. Lama pendampingan bergantung pada tingkat trauma yang dialami oleh setiap anak.

“Ada yang traumanya ringan, sedang, hingga berat,” ujarnya.

Ia menambahkan, karakter dan kondisi psikologis anak juga sangat memengaruhi proses pemulihan.

“Setiap anak berbeda, ada yang ceria, ada yang pendiam. Itu memengaruhi lamanya pendampingan,” kata Tri.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, menyebut pihak kepolisian telah mengidentifikasi sedikitnya 16 siswa laki-laki sebagai korban dugaan pelecehan seksual. Jumlah tersebut bertambah dari laporan awal yang mencatat sembilan korban.

“Pada saat pembuatan laporan ada sembilan korban, namun dari hasil pemeriksaan kami menemukan total 16 korban,” ujar Wira.

Terduga pelaku berinisial YS diketahui merupakan guru sekaligus wali kelas di sekolah tersebut. Polisi menyebut pelaku diduga melancarkan aksinya dengan mengiming-imingi korban uang jajan sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000. Dugaan pelecehan dilakukan di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka Segera Digelar, Dindikbud Kabupaten Serang Mulai Persiapan

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 16 saksi yang terdiri atas korban, orang tua korban, serta pihak sekolah. Polisi masih membuka kemungkinan adanya korban lain dan mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban agar segera melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Tangerang Selatan.

Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo