LEBAK – Petani cabai di Kampung Jatimulya, Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, terancam gagal panen lantaran tanaman diserang hama patek. Diketahui, tingginya intensitas hujan mengakibatkan tanaman cabai diserang hama patek.
Badrudin, salah seorang petani cabai mengatakan, akibat serangan hama tersebut, buah cabai membusuk dan rontok sebelum masa panen.
Dirinya mengaku mengalami kerugian cukup besar karena hasil panen menurun drastis. Bahkan sebagian lahan tidak dapat dipanen sama sekali.
“Ada sekitar 1.500 pohon cabai yang ditanam di lahan seluas 1 hektare, cabai mengalami kebusukan saat akan memasuki masa panen,” kata Badrudin saat dihubungi, Senin (19/1/2026).
Ia mengungkapkan, pembusukan cabai tersebut akibat terserang hama patek. Pembusukan terjadi dalam kurun satu bulan terakhir. Di mana, cuaca buruk mempercepat serangan hama.
“Awalnya kemarau, lalu hujan terus-menerus selama beberapa hari, akhirnya terserang hama patek,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekitar 80 persen tanaman cabai miliknya dipastikan gagal panen. Kerugian yang dialami pun tidak sedikit.
“Ya kalau dihitung-hitung kerugian mencapai sekitar Rp20 juta, termasuk biaya bibit, perawatan, pupuk hingga biaya tenaga untuk merawat lahan,” ungkapnya.
Ia mengaku, serangan hama membuat dirinya memanen semua cabai yang ada, untuk segera dijual.
“Paling kita sortir, mana cabai yang masih bagus dan mana cabai yang terkena patek,” ucapnya.
Badrudin berharap, agar pemerintah melalui Dinas Pertanian segera turun tangan untuk memberikan bantuan dan pendampingan serta solusi.
“Semoga saja ada bantuan dari pemerintah agar kami petani bisa melakukan penanaman kembali di kemudian hari,” harapnya.
Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
