Beranda Peristiwa 72 Desa di Kabupaten Serang Terdampak Bencana Hidrometeorologi

72 Desa di Kabupaten Serang Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Banjir merendam pemukiman warga di Kabupaten Serang

KAB. SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan perkembangan terkini penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Serang sejak 2 hingga 18 Januari 2026. Bencana yang terjadi meliputi banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah yang tersebar di 72 desa pada 25 kecamatan.

Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan bencana tersebut dipicu oleh curah hujan sedang hingga lebat dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem itu menyebabkan meluapnya sejumlah sungai dan daerah aliran sungai (DAS), sehingga menggenangi permukiman warga dengan ketinggian muka air yang bervariasi.

“Beberapa sungai dan DAS yang meluap di antaranya Sungai Ciwaka, Sungai Cikalumpang, DAS Cidurian, DAS Ciujung, Sungai Sumur Gede, dan DAS Cidanau,” kata Ajat, Senin (19/1/2026).

Ajat menjelaskan, banjir menjadi bencana paling dominan dan meluas hampir di seluruh wilayah terdampak. Kecamatan yang mengalami banjir antara lain Padarincang, Cinangka, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, Anyer, Bandung, Cikande, Pontang, Tirtayasa, Kopo, Cikeusal, Jawilan, Tunjung Teja, Lebakwangi, Binuang, hingga Carenang.

Selain banjir, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang serta kerusakan rumah warga di Kecamatan Anyer dan Cinangka. Sementara itu, pergerakan tanah terjadi di beberapa wilayah seperti Kecamatan Mancak, Cikeusal, Cinangka, dan Padarincang.

Berdasarkan data sementara BPBD, jumlah penduduk terdampak mencapai 9.786 kepala keluarga atau sekitar 32.985 jiwa. Kelompok rentan yang terdampak meliputi lansia, balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa ini, namun terdapat dua orang korban luka ringan,” ujar Ajat.

Ia menambahkan, sebanyak 269 kepala keluarga atau 953 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, seperti masjid dan rumah kerabat, akibat rumah mereka terdampak banjir maupun ancaman bencana susulan.

Baca Juga :  Ular Sanca 4 Meter Bikin Geger Pekerja di Pelabuhan Merak

Dari sisi kerusakan, BPBD mencatat sebanyak 8.597 unit rumah terdampak. Selain itu, terdapat 44 rumah dan 21 fasilitas sosial (fasos) yang mengalami kerusakan akibat banjir, longsor, dan angin kencang.

Ajat menegaskan, hingga saat ini BPBD Kabupaten Serang bersama unsur terkait terus melakukan berbagai upaya penanganan. Langkah-langkah tersebut meliputi koordinasi lintas sektoral, pelaksanaan kaji cepat, pemantauan lapangan secara intensif, rapat evaluasi berkala, serta pendistribusian logistik kepada warga terdampak bencana.

“BPBD terus bersiaga dan berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan di lokasi terdampak,” pungkasnya.

Tim Redaksi