KAB. TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat 50 ribu jiwa dari 10 ribu kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Warga yang terdampak banjir tersebar di 18 titik di enam kecamatan di Kabupaten Tangerang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik menyebut, rata-rata warga masih bertahan di rumahnya masing-masing, terkecuali korban banjir di Kosambi yang mengungsi.
“Kurang lebih sekitar 1.000 orang dari Kosambi (mengungsi),” kata Taufik saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (13/1/2026).
Mereka mengungsi di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Kosambi. Dari laporan yang diterima BPBD setempat rata-rata ketinggian air di beberapa wilayah dengan mencapai 18 titik banjir mencapai 20 hingga 80 sentimeter.
Taufik meyebut, wilayah yang terparah berada di wilayah Kosambi, hal itu sebabkan selain faktor curah hujan yang tinggi, hal diperparah dengan banjir roh karena lokasinya berada di pesisir pantai.
“Yang saat ini perlu perhatian itu wilayah Kosambi karena selain curah hujan ada rob juga,”imbuhnya.
Taufik memastikan, Pemkab Tangerang sudah menurunkan logistik bagi korban banjir terutama korban di pengungsian. Di sisi lain, beberapa wilayah yang terdampak banjir berangsur surut.
Meski demikian, pihaknya memberikan imbauan kepada warga terutama yang tinggal di bantaran sungai untuk mengantisipasi banjir susulan dan menjaga lingkungan masing-masing.
Sebab berdasarkan prediksi BMKG cuaca ekstrem akan berlangsung hingga bulan Februari mendatang.
“Bahwa bulan-bulan ini menjadi musim penghujan, jadi perlu waspada,” tandasnya.
Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
