Beranda Pemerintahan BPBD Kota Serang dan Warga Kroya Bersihkan Kali Mati dari Sampah dan...

BPBD Kota Serang dan Warga Kroya Bersihkan Kali Mati dari Sampah dan Eceng Gondok

BPBD dibantu warga membersihkan sampah dan eceng gondok yang memenuhi Kali Mayi Kroya Kota Serang. (Adef/bantennews)

SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang bersama warga Lingkungan Kroya, Kecamatan Kasemen, membersihkan sampah dan eceng gondok yang memenuhi Kali Mati.

Kegiatan gotong royong itu dilakukan pasca bencana banjir yang melanda Lingkungan Kroya, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan, Kali Mati di Lingkungan Kroya dipenuhi samoah rumah tangga, tanaman eceng gondok hingga bangunan liar, sehingga menyempitkan aliran air.

Dengan menggunakan perahu kecil, petugas BPBD menyusuri aliran kali yang menghitam akibat pencemaran, sambil mengangkat sampah plastik dan ranting kayu yang menghambat arus.

Di sisi lain, warga berjibaku membersihkan bantaran sungai yang dipenuhi rumput liar dan sisa bangunan kayu.

Kondisi permukiman yang berdiri rapat di atas aliran kali memperlihatkan betapa parahnya penyempitan sungai, yang kini hanya menyisakan aliran sempit dari lebar awal sekitar 15 meter.

Aksi bersih sungai ini menjadi bagian dari langkah awal Pemerintah Kota Serang dalam mempercepat normalisasi banjir di kawasan Banten Lama, khususnya wilayah Kroya hingga Kanal Banten Lama.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Vihara Avalokitesvara, Banten Lama, Sabtu (10/1/2026).

Rapat dihadiri Sekretaris Daerah Kota Serang, BPBD, Inspektorat, Dinas PUPR, Dinas Sosial, dan Dinas Lingkungan Hidup, serta dihadiri langsung Wali Kota Serang Budi Rustandi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Syaefudin menyampaikan, banjir di Kroya dan Kanal Banten Lama telah terpetakan dengan jelas. Berdasarkan laporan lapangan, penanganan banjir siap dilakukan dengan fokus pada titik-titik krusial penyebab luapan air.

“Banjir di Kroya dan Kanal Banten Lama sudah teridentifikasi. Laporan dari lapangan menyatakan penanggulangan siap dilakukan dan titik banjir harus segera diselesaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyebab utama banjir adalah penyempitan sungai akibat bangunan liar serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kondisi tersebut membuat aliran air tidak lagi mampu menampung debit saat hujan deras.

Baca Juga :  BPBD Kota Serang Ungkap Penyebab Rau Langganan Banjir

“Ini sudah pernah terjadi di Sukadana. Ketika kesadaran masyarakat meningkat dan bangunan liar ditertibkan, aliran air kembali normal,” ujarnya.

Walikota Serang, Budi Rustandi menegaskan,  dalam rencana normalisasi, terdapat sekitar 210 rumah di wilayah Kroya hingga Kanal Banten Lama yang masuk tahap relokasi. Namun, ia memastikan penertiban dilakukan dengan pendekatan humanis.

“Penertiban bukan kekerasan, tapi bentuk kecintaan pemerintah kepada masyarakat. Kalau dibiarkan, justru risiko banjir akan terus mengancam warga,” tegas Budi.

Menurutnya, kawasan Banten Lama merupakan wilayah cagar budaya yang pada masa Kesultanan Banten memiliki sistem kanal berfungsi optimal. Oleh karena itu, penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat.

“Penanganan banjir tidak harus menunggu bencana. Kanal harus dikembalikan ke fungsi awalnya. Masih banyak bangunan liar yang menghambat aliran air,” ujarnya.

Senada, Wakil Walikota Serang, Nur Agus Aulia mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan penanganan banjir. Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan layanan kesehatan pascabanjir.

“Banjir bukan hanya soal air, tapi juga dampaknya terhadap kesehatan. Setelah banjir, PR kita berikutnya adalah normalisasi sungai dan menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap aksi gotong royong warga dan BPBD di Kali Mati Kroya menjadi langkah awal perubahan, sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa sungai bersih adalah kunci utama mencegah banjir di Kota Serang.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd