CILEGON – Bencana banjir di Kecamatan Ciwandan dan kecamatan lainnya di Kota Cilegon yang terjadi pada Jumat (2/1/2026) lalu mendapat perhatian khusus. Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bersama industri dan masyarakat bakal membuat Tim Satgas Banjir.
Hal itu mencuat usai Pemkot Cilegon menggelar rapat dengan pendapat bersama industri, dan masyarakat terdampak banjir di Aula DPRD Cilegon, Jumat (9/1/2026).
Usulan pembentukan Tim Satgas Banjir itu muncul dari masyarakat terdampak. Pasalnya, banjir yang terjadi pekan lalu itu dinilai sangat parah dan banyak menimbulkan kerusakan lantaran arus air cukup deras dan tinggi.
“Kita memohon agar dibentuk tim penanganan banjir se Kota Cilegon yang di dalamnya ada pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD, industri, dan perwakilan masyarakat yang terdampak,” kata perwakilan Aliansi Korban Banjir Rutin Cilegon, Muhammad Ibrohim Aswadi.
Menurut Ibrohim, penanganan banjir di Cilegon itu harus dilakukan secara total menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Selama ini, penanganan baru dilaksanakan ketika insiden itu terjadi.
“Wilayah hulu itu harus ada moratorium tambang, penghijauan, rekondisi ulang. Di tengah ada masalah krusial, contohnya gorong-gorong rel kereta api dan jalan nasional, pagar PT KS. Di hilir itu perlu ada sodetan baru di wilayah industri, mulai dari Citangkil sampai Gunungsugih yang mengarah ke laut lepas,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra menyambut baik usulan pembentukan Tim Satgas Banjir itu untuk menjadi salah satu solusi penanganan bencana yang sering terjadi di Cilegon.
“Kami akan bentuk sesuai usulan dari masyarakat. Nanti anggota untuk tim satgas banjir kami akan minta perwakilan dari industri, masyarakat, Pemkot Cilegon dan akan kami beri SK Walikota Cilegon,” ucapnya.
Ke depan, setelah Tim Satgas itu terbentuk, segala usulan penanganan banjir seperti pembuatan sodetan, moratorium tambang, hingga pembuatan Law System Water (LWS) akan dibahas dalama forum tersebut.
“Intinya, ke depan bagaimana caranya Cilegon bisa menangani banjir bekerjasama dengan seluruh stakeholder di Cilegon. Di forum itu nanti lebih enak pembahasannya daripada di rapat dengar pendapat begini,” tutup Aziz.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
