Beranda Pemerintahan Program Ketahanan Pangan, Panen Jagung Tigaraksa Tembus 3 Ton

Program Ketahanan Pangan, Panen Jagung Tigaraksa Tembus 3 Ton

Tanamam jagung di Bantarpanjang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (Saepulloh/bantennews)

KAB. TANGERANG – Kebun jagung yang di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, resmi dipanen pada Rabu (8/10/2025) silam. Diketahui, kebun seluas 2 haktare itu sebelumnya diresmikan oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Dari total lahan seluas 2 hektare, sekitar 1,5 hektare berhasil dipanen dengan total hasil mencapai 3 ton jagung.

Program ketahanan pangan nasional tersebut merupakan kerja sama antara Polresta Tangerang dan PT MSD Corpora sebagai mitra yang ditugaskan oleh Mabes Polri. Hasil panen rencananya akan dikirimkan ke Badan Urusan Logistik (Bulog).

Direktur Utama PT MSD Corpora, Made Suardika Dwipayana menjelaskan lahan yang digunakan merupakan lahan tidak produktif berupa bekas galian tanah yang kemudian dioptimalkan untuk kegiatan pertanian dan menjadi produktif.

“Kondisi lahan di Tigaraksa ini cukup ekstrem karena merupakan bekas galian, lapisan tanah atasnya sudah hilang, tanahnya tipis, dan bercampur bebatuan,” kata Made saat panen raya, Kamis (8/1/2026).

Ia menegaskan bahwa sejak awal pihaknya menyadari tantangan utama berada pada kondisi lahan dan faktor cuaca, terutama curah hujan yang tinggi.

Meski begitu, seluruh proses budi daya tetap dilakukan sesuai prosedur teknis dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang.

“‎Semua prosesnya kita lakukan termasuk penanaman. Nah cuma memang kendalanya karena kondisi tanah sehingga ada tanaman-tanaman yang tidak bisa tumbuh maksimal,” terangnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim teknis melakukan langkah tambahan berupa pemberian booster guna memacu pertumbuhan tanaman agar tetap bisa berbuah.

Terkait isu dugaan gagal panen yang sempat beredar, Made menegaskan, penilaian tersebut muncul karena tanaman belum memasuki waktu panen saat diamati dari luar area.

“Jadi bahwa ini enggak akan panen, kita sudah tahu ini sudah berbuah karena di tanggal 16 kita sudah diskusi dengan tim teknis dari Polres, pendamping kami. Oh ini bisa dipanen tapi cuma 1,5 hektare itu dengan potensi panen maksimal di 3 ton,” jelasnya.

Baca Juga :  GMNI Soroti Proyek Pembangunan Gerbang Pemkab Tangerang Sebesar Rp2,4 Miliar

Ke depan, PT MSD Corpora berencana melakukan sejumlah pengembangan, mulai dari pembangunan sistem irigasi dan drainase hingga penambahan lapisan tanah dan pupuk kompos termasuk membiarkan rumput diatas lahan untuk meningkatkan kesuburan lahan.

‎”Sehingga rumput itu akan menahan tanah ini saat hujan itu tidak kena gerus lagi. Itu fungsinya seperti itu kenapa rumput-rumput kita biarkan dari bawah karena memang itu salah satu yang memang kita mau lakukan,” ujarnya.

Menurut Made, faktor lahan dan musim sangat berpengaruh terhadap hasil panen. Meskipun demikian tingkat keberhasilan tamanan jagung di atas lahan disebutnya mencapai 99 persen.

Ia juga menambahkan, jagung yang dipanen kali ini diperuntukkan sebagai bahan pakan ternak. Sementara untuk konsumsi manusia, jagung biasanya dipanen dalam kondisi muda.

“Jenis jagungnya sama, seperti jagung bakar. Bedanya, kalau untuk konsumsi manusia dipanen muda sekitar umur 80 hari,” ujarnya.

Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd