SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melaporkan update terkini penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang. Bencana berupa banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah tersebut terjadi akibat hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang sejak 2 Januari 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyampaikan bahwa hingga Minggu (4/1/2026), tercatat sebanyak 20 desa di 13 kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi.
“Total warga terdampak mencapai 3.514 kepala keluarga atau sekitar 11.700 jiwa. Di antaranya terdapat 313 lansia dan 1.271 balita serta anak-anak yang masuk dalam kategori kelompok rentan,” ujar Ajat.
Selain berdampak pada warga, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Data BPBD mencatat 3.164 rumah terdampak, serta kerusakan pada empat sarana ibadah (masjid dan musala) dan dua fasilitas sekolah. Di sektor pertanian, sekitar 108 hektare lahan sawah di Kecamatan Pamarayan dilaporkan tergenang banjir.
Untuk wilayah terdampak, banjir terjadi di Kecamatan Kibin, Kramatwatu, Padarincang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, Pontang, dan Pamarayan. Sementara itu, kejadian angin kencang dan pohon tumbang melanda Kecamatan Mancak, Cinangka, Baros, Petir, dan Pontang. Adapun pergerakan tanah terpantau di Kecamatan Mancak, Cinangka, Waringinkurung, dan Cikeusal.
Dalam upaya penanganan, BPBD Kabupaten Serang bersinergi dengan BPBD Provinsi Banten, TNI/Polri, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3), relawan, serta instansi terkait lainnya. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari evakuasi pohon tumbang, penyedotan genangan air menggunakan pompa dan mobil pompa, pengiriman perahu ke lokasi banjir, hingga pendistribusian logistik oleh Dinas Sosial.
“Seluruh unsur masih siaga di lapangan untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat penanganan dampak bencana,” kata Ajat.
Terkait kondisi cuaca, BPBD menyebutkan bahwa saat ini wilayah terdampak terpantau cerah berawan. Namun demikian, potensi pertumbuhan awan konvektif masih terdeteksi di wilayah Serang Utara dan Tangerang Utara yang berpotensi meluas.
“Warga kami imbau tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang,” imbuhnya.
BPBD Kabupaten Serang juga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, di antaranya makanan siap saji, pakaian, obat-obatan, family kit, terpal, serta material bangunan untuk perbaikan rumah.
Tim Redaksi
