
PERJALANAN liburan bersama anak sering kali diuji oleh kemacetan panjang. Situasi ini bisa memicu rasa bosan, lelah, hingga membuat anak menjadi rewel. Jika tidak disiasati dengan baik, kondisi tersebut dapat memengaruhi suasana perjalanan seluruh keluarga. Karena itu, orang tua perlu menyiapkan strategi sederhana agar anak tetap nyaman dan perjalanan tetap menyenangkan meski terjebak macet.
Persiapan sebelum berangkat menjadi faktor penting. Pastikan anak dalam kondisi kenyang, cukup istirahat, dan sehat. Anak yang lapar atau mengantuk cenderung lebih mudah rewel. Memberi penjelasan sejak awal bahwa perjalanan mungkin akan memakan waktu lama juga membantu anak memahami situasi dan mengurangi rasa gelisah.
Selama di perjalanan, menciptakan suasana yang menyenangkan sangat membantu menjaga mood anak. Orang tua bisa mengajak anak mengobrol ringan, bernyanyi bersama, atau bermain permainan sederhana seperti tebak-tebakan dan cerita berantai. Interaksi ini membuat anak merasa diperhatikan sekaligus mengalihkan fokus dari rasa bosan akibat macet.
Membawa hiburan favorit anak juga bisa menjadi penyelamat. Buku cerita, mainan kecil, atau tontonan di gawai dapat digunakan secara bijak untuk mengisi waktu. Namun, orang tua tetap disarankan mengatur durasi penggunaan gawai agar anak tidak kelelahan atau menjadi terlalu bergantung.
Asupan makanan dan minuman tak kalah penting. Menyediakan camilan sehat dan air minum membantu menjaga energi dan suasana hati anak. Hindari makanan yang terlalu manis berlebihan karena dapat membuat anak cepat gelisah. Jika memungkinkan, berhenti sejenak di rest area agar anak bisa bergerak dan melepaskan penat.
Yang terpenting, orang tua perlu menjaga ketenangan diri. Anak sangat mudah menangkap emosi orang tuanya. Sikap tenang dan sabar akan membuat anak merasa aman meski berada dalam kondisi tidak nyaman. Sebaliknya, kepanikan dan emosi justru dapat memperburuk suasana.
Kemacetan memang sulit dihindari, terutama saat musim liburan. Namun dengan persiapan yang tepat, suasana positif, dan kesabaran, perjalanan panjang tetap bisa dilalui tanpa drama. Anak yang nyaman akan membuat liburan keluarga dimulai dengan perasaan yang lebih menyenangkan.
Tim Redaksi