MENANAMKAN nilai-nilai antikorupsi bukan hanya tugas lembaga penegak hukum, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter yang harus dimulai sejak usia dini. Di tengah maraknya kasus korupsi yang kerap menghiasi pemberitaan, mengajarkan anak tentang integritas, kejujuran, dan tanggung jawab menjadi langkah strategis untuk membangun generasi yang tidak mudah tergoda oleh penyimpangan.
Pendidikan antikorupsi sejak dini pada dasarnya bukan soal mengenalkan istilah rumit atau pasal hukum. Yang lebih penting adalah membiasakan anak memahami perilaku sehari-hari yang mencerminkan kejujuran dan sikap adil. Misalnya, tidak menyontek saat ulangan, tidak mengambil barang yang bukan miliknya, serta berani mengakui kesalahan. Nilai-nilai sederhana seperti ini menjadi fondasi penting yang kelak berpengaruh pada sikap mereka di masa depan.
Orang tua dan guru memegang peran vital dalam proses ini. Lingkungan keluarga adalah sekolah pertama anak, sehingga teladan dari orang tua menjadi sangat menentukan. Anak yang melihat orang tuanya patuh aturan, disiplin, dan tidak mencoba “jalan pintas” akan lebih mudah memahami arti integritas. Begitu pula sekolah, yang dapat menanamkan nilai antikorupsi melalui kegiatan belajar berbasis karakter, seperti permainan edukatif, diskusi moral, hingga proyek kelas tentang kejujuran dan tanggung jawab.
Selain itu, budaya transparansi perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari anak. Membiasakan mereka mengelola uang jajan dengan baik, meminta izin ketika meminjam barang, atau menjaga amanah saat diberi tugas kecil adalah bentuk nyata pendidikan antikorupsi. Pendekatan ini membuat anak memahami bahwa korupsi tidak hanya tentang uang negara, tetapi juga soal sikap menyalahgunakan kepercayaan.
Di era digital, pendidikan antikorupsi juga perlu memperhatikan dunia maya. Anak perlu diajarkan untuk tidak melakukan plagiarisme, tidak menyebarkan hoaks, serta menghargai karya orang lain. Nilai integritas kini tidak hanya berlaku di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital yang mereka akses setiap hari.
Dengan pendidikan yang konsisten, lingkungan yang mendukung, dan teladan yang baik, nilai-nilai antikorupsi dapat tumbuh kuat dalam diri anak. Mendidik sejak dini bukan hanya mencegah korupsi, tetapi juga membangun masa depan bangsa yang lebih bersih, beretika, dan berintegritas.
Tim Refaksi
