Beranda Pemerintahan BBWSC3: Kesadaran Warga Jaga Sungai Masih Rendah

BBWSC3: Kesadaran Warga Jaga Sungai Masih Rendah

Pekerja mengangkut sampah yang menumluk di Sungai Cibanten. (Iyus/bantennews)

SERANG – Kesadaran masyarakat menjaga kelestarian sungai kembali menjadi sorotan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWSC3).

Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana menegaskan bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga sungai masih rendah. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk terus memberikan edukasi.

“Saat ini banyak masyarakat yang tinggal di sepadan sungai masih membuang sampah ke sungai. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus lebih intens memberikan edukasi dan menyiapkan tempat pembuangan sampah untuk warga sekitar sungai,” kata Dedi, Jumat (28/11/2025).

Dedi menambahkan bahwa BBWSC3 akan menggencarkan edukasi melalui seminar atau webinar tentang pentingnya menjaga sungai.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah merencanakan desain baru untuk tanggul yang kinerjanya menurun sehingga mudah meluap saat debit puncak.

“Susur sungai sangat penting untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi permasalahan yang ada di sungai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, Lulu Jamaludin, menjelaskan bahwa komunitasnya sejak April menggelar kegiatan membersihkan Sungai Cibanten atau Kali Banten dari hulu hingga hilir.

“Pada awalnya Sungai Cibanten terlihat mustahil bisa bersih dari sampah. Tapi alhamdulillah tahun ini sungai sudah bersih dan bisa kami gunakan untuk rafting dari Sindangheula sampai Cibanten,” kata Lulu.

Ia menambahkan bahwa komunitasnya melibatkan berbagai pihak seperti relawan, pelajar, mahasiswa, dan beberapa instansi seperti PUPR provinsi dan kota, DLH, serta forum RTRW.

“Saya mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Penghargaan ini menunjukkan bahwa Kementerian PU mengapresiasi kegiatan kami. Kami berharap PU dan pemerintah setempat bisa lebih maksimal memperhatikan Kali Banten dan Muara Cibanten,” ujarnya.

Lulu menjelaskan bahwa Kali Banten memiliki keunikan sebagai salah satu sungai purba di Indonesia yang dulu warga gunakan untuk mandi dan aktivitas lainnya.

Baca Juga :  Boks Parkir Elektronik di Alun-alun Rangkasbitung Dicabut

Karena itu, komunitasnya menjalankan proyek agar sungai kembali memberikan manfaat.

“Insya Allah ke depan sungai ini bisa bermanfaat bukan hanya untuk olahraga dan wisata, tetapi juga memunculkan UMKM baru. Kami akan membangun beberapa rest area,” kata Lulu.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah