CILEGON – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Ahmad Aflahul Aziz, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melakukan inovasi dalam sistem pelaporan penerimaan pendapatan daerah melalui digitalisasi.
Aziz menilai, penggunaan sistem digital dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, sekaligus meminimalisir potensi kebocoran. Ia mengaku geram karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Cilegon dinilai stagnan dari tahun ke tahun.
“Karena mohon maaf, Cilegon ini termasuk kota yang kecil tapi kompleks permasalahannya. Masa iya, Cilegon yang banyak industrinya, retailnya juga banyak, tapi pendapatannya stagnan dari hasil itu saja?” ujarnya beberapa waktu lalu.
Untuk itu, ia mendorong Pemkot Cilegon membangun satu dashboard terpadu yang memuat seluruh laporan PAD, sehingga bisa dipantau langsung oleh kepala daerah.
Selain itu, Aziz juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap tapping box, alat perekam transaksi yang digunakan untuk menghitung pendapatan daerah. Ia mengungkapkan belum pernah mendengar adanya pemeriksaan rutin terhadap alat tersebut.
“Belum pernah ada. Ini harus termonitor. Kalau memang rusak, siapa yang melakukan maintenance? Ketika rusak, pendapatan yang seharusnya tercatat lewat tapping box itu larinya ke mana? Harus ada jangka waktu sehari atau 24 jam alat itu harus kembali aktif,” tegasnya.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
