CILEGON — Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang akan diterapkan Pemerintah Kota Cilegon juga mencakup pengurangan bantuan hibah nonprioritas, seperti kepada organisasi olahraga dan kepramukaan.
“Contohnya hibah ke KONI, Pramuka, dan sejenisnya mungkin akan ada pengurangan. Ini dalam rangka efisiensi,” jelas Robinsar, Kamis (30/10/2025).
Langkah efisiensi tersebut merupakan imbas dari kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat yang berdampak pada kondisi fiskal daerah, dengan koreksi mencapai Rp312 miliar.
Namun, Robinsar memastikan bahwa kebijakan rasionalisasi anggaran tahun 2025 tidak akan mengganggu program-program prioritas daerah.
“Dampaknya pasti ada, tapi tidak signifikan. Rasionalisasi dilakukan karena adanya koreksi dari dana transfer ke daerah. Dari total sekitar Rp312 miliar yang terkoreksi, daerah menyesuaikan sekitar Rp236 miliar hingga Rp76 miliar. Insya Allah program prioritas kita tidak terganggu,” ujarnya.
Meskipun terjadi penyesuaian, Robinsar menegaskan bahwa APBD Kota Cilegon tetap berada di kisaran Rp1,9 triliun, dengan fokus utama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.
“Kita tetap utamakan pelayanan dasar masyarakat. Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jadi prioritas utama. Yang kita kurangi itu kegiatan seremonial. Tahun depan rapat-rapat tidak lagi makan besar, cukup snack saja,” ucapnya.
Menurutnya, hampir 80 persen kegiatan telah dievaluasi dan disesuaikan tanpa mengganggu program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Semua kegiatan sudah kita petakan. Sumber pendanaan dari APBD dan dana transfer tetap diarahkan untuk program prioritas,” katanya.
Robinsar juga menegaskan bahwa pemotongan anggaran bukan berarti penghapusan program. Pemerintah tetap fokus pada pembangunan infrastruktur pengendali banjir, perbaikan drainase, pembangunan tandon air, dan pengadaan pompa.
“Prioritas kami tetap pada program pengendalian banjir. Kalau ada yang sifatnya sampingan, itu yang kita tunda dulu. Kalau tandon dan pompa wajib jalan. Jadi tidak ada program penting yang dikorbankan,” tegasnya.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
