Beranda Peristiwa Warga Kramatwatu Nilai Pemda Belum Berikan Dampak Signifikan Tangani Persoalan Truk Odol

Warga Kramatwatu Nilai Pemda Belum Berikan Dampak Signifikan Tangani Persoalan Truk Odol

Warga demo terkait truk odol. (Rasyid/bantennews)

KAB. SERANG– Gelombang keresahan warga dan pengguna jalan di kawasan Kramatwatu, Kabupaten Serang, kian memuncak. Hal itu imbas dari maraknya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk over dimension over loading (ODOL) di ruas jalan Serang-Cilegon yang hingga kini belum juga ditangani secara serius oleh pihak berwenang.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Kramatwatu, Sumarga, menilai pemerintah dan aparat terkesan lamban menindaklanjuti persoalan tersebut.

Padahal, kata dia, Dinas Perhubungan (Dishub) sebelumnya telah menyepakati pengaturan lalu lintas truk ODOL mulai diberlakukan sejak Selasa (21/10/ 2025).

“Namun sampai sekarang belum ada realisasi dari Dishub maupun kepolisian. Sampai kapan mau dibiarkan? Kalau satu dua hari saja dibiarkan, korban bisa terus bertambah,” ujarnya, Selasa (21/10/2025) malam.

Ditegaskan Sumarga, pihaknya memberi waktu satu minggu ke depan kepada pemerintah untuk mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan perkara ini.

Kata surmarga, jika tidak ada tindak lanjut, para pemuda Kramatwatu berencana kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan skala yang lebih besar.

“Ini bukan gertakan. Setiap hari makin banyak korban, jadi kami akan turun lagi kalau tidak ada tindakan,” tegasnya.

Menurutnya, penanganan pemerintah terhadap masalah truk ODOL di jalur Kramatwatu sangat lamban dan terkesan hanya formalitas diatas meja rapat.

Ia pun menolak wacana pembatasan jam operasional dan menginginkan jalur Kramatwatu sebaiknya ditutup permanen bagi truk tambang.

“Kami sepakat dengan pernyataan Pak Gubernur waktu rapat koordinasi dulu. Kami warga Kramatwatu hadir di sana, dan kami ingin jalur ini steril dari truk tambang,” tuturnya.

Ditambahkan sumarga, warga bersama sejumlah pihak masih terus berkoordinasi agar truk tambang bisa dialihkan ke jalur tol, jika memang memungkinkan. “Kasihan masyarakat, setiap hari cemas,” ucaonya.

Baca Juga :  Siasat Pemkab Serang Optimalkan Pemanfaatan Aset Daerah

Sementara, hal senada juga disampaikan pengendara sekaligus warga Kramatwatu, Yudi, yang menilai aksi unjuk rasa yang dilakukan sebelumnya tidak membuahkan hasil yang signifikan.

Pasalnya, hingga kini sejak pembahasan pemerintah daerah terhadap hal ini tidak berdampak signifikan bagi masyarakat.

“Truk tambang masih saja melintas. Karena itu, kami bersama warga berencana melakukan aksi jilid dua,” ujarnya.

Yudi juga mengaku trauma dengan seringnya kecelakaan akibat truk ODOL yang melintas di sepanjang ruas jalan Serang-Cilegon.

“Sejak Lebaran kemarin, sudah beberapa kali ada korban. Ada ibu-ibu bawa anak, lalu sepasang suami istri meninggal di tempat. Terakhir, kecelakaan juga terjadi di depan markas Kopassus,” ungkapnya.

Ia menilai, kondisi jalan di kawasan Kramatwatu semakin rawan karena truk ODOL kerap parkir sembarangan di bahu jalan yang berpotensi menyebabkan laka lalulintas.

“Jalannya sempit, tapi truk-truk besar ini seenaknya berhenti. Harapan kami, jalur ini ditertibkan dan truk ODOL dilarang lewat sini lagi,” terangnya.

Dengan demikian, warga berharap pemerintah daerah, kepolisian, dan Dishub segera mengambil langkah tegas sebelum korban berikutnya terus berjatuhan.

Penulis: Rasyid
Editor: TB Ahmad Fauzi