LEBAK – Program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten Satu Rumah Satu Sarjana tengah dilaksanakan oleh Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten. Desa tersebut sudah menyiapkan warganya untuk mengikuti program tersebut.
Kepala Desa Kaduagung Timur, Nensy Angraeni, mengatakan bahwa untuk mendukung program Gubernur Banten, pihaknya telah melakukan pendaftaran bagi warga Desa Kaduagung Timur yang berminat mengikuti program sesuai persyaratan yang telah ditentukan pemerintah.
“Sudah ada tiga warga yang mendaftar, tetapi dua orang di antaranya mundur karena jurusannya tidak sesuai. Otomatis hanya ada satu warga yang siap, meski jurusannya sudah ditentukan,” kata Nensy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/9/2025).
Ia mengungkapkan, ada beberapa kriteria masyarakat yang boleh mendaftar program tersebut. Di antaranya masuk dalam kategori tidak mampu secara ekonomi, lulusan SMA/SMK sederajat tahun 2023, 2024, atau 2025, serta berdomisili asli sebagai warga Desa Kaduagung Timur.
“Persyaratan spesifik seperti batas usia, nilai rata-rata, dan dokumen pendukung dapat bervariasi tergantung kebijakan pemerintah daerah penyelenggara program tersebut,” ujarnya.
Nensy menambahkan, program Satu Desa Satu Sarjana ini merupakan jawaban atas persoalan sulitnya masyarakat mengakses pendidikan tinggi, khususnya di Lebak.
“Tahun ini adalah tahun perdana dan kuotanya hanya satu orang saja. Bagi masyarakat yang nantinya lolos seleksi dan memenuhi kriteria akan mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk satu penerima manfaat. Dana tersebut mencakup Rp8 juta untuk biaya kuliah dan Rp12 juta biaya hidup selama satu tahun,” ucapnya.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo
