Beranda Kesehatan Kadinkes Kota Serang Tanggapi Temuan BBPOM soal Dapur SPPG Belum Higienis

Kadinkes Kota Serang Tanggapi Temuan BBPOM soal Dapur SPPG Belum Higienis

Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanudin. (Adef/bantennews)

SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang memberikan tanaggapan terkait temuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Serang terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke-8 di Kota Serang.

Diketahui, BBPOM Serang memberikan catatan dalam peresmian dapur SPPG ke-8 di Kota Serang yang berlokasi di Lingkungan Cimoncor, Kelurahan Cigoong, Kecamatan Walantaka, Senin (8/9/2025). Salah satunya, ada bagian dapur yang belum sepenuhnya memenuhi standar higienitas.

Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanuddin mengakui, jika ada kekurangan pada dapur SPPG ke-8 itu. Namun, ia menilai, hal tersebut wajar mengingat dapur baru pertama kali beroperasi.

“Secara makro, saya lihat sudah cukup baik. Tempat masak terpisah dengan pemorsian, tempat cuci juga terpisah. Ada insinerator meski tadi belum dinyalakan, mungkin karena proses masak dilakukan malam hari. Memang ada sedikit kekurangan, tapi itu wajar,” ujarnya.

Ahmad menegaskan, Dinkes akan terus melakukan pembinaan agar higienitas makanan maupun penjamah makanan tetap terjaga.

“Dinas harus turun tangan untuk mendukung agar hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kasus keracunan, bisa dicegah,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan, pihaknya memiliki bidang khusus yang menangani makanan dan minuman di Dinkes. Bidang tersebut bisa memberikan pelatihan kepada penjamah makanan, baik melalui program SPPG maupun kegiatan khusus.

Menurutnya, faktor penyimpanan dan waktu konsumsi juga sangat menentukan keamanan makanan.

“Kalau makanan diberikan pagi di sekolah harus langsung dimakan. Kalau dibawa pulang dan dimakan sore hari, risiko basi bisa muncul. Begitu juga penyimpanan, kalau tidak sesuai suhu, makanan bisa rusak. Jadi ini yang perlu diperhatikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ahmad berharap keberadaan SPPG dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat.

“Program ini diharapkan bisa membantu ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak sekolah agar lebih sehat, sekaligus mendukung penurunan angka stunting,” tuturnya.

Baca Juga :  NTPD 112 Kabupaten Tangerang Sering Kena Panggilan Prank

Ia pun mengapresiasi grand launching SPPG di Walantaka. “Manfaatnya dirasakan langsung oleh anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, juga madrasah. Selain itu, kelompok B3 yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga turut mendapat manfaat,” ujarnya.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd