Beranda Pemerintahan Pemkot Cilegon Bakal Lepas JLS, Alasan Helldy Mencengangkan

Pemkot Cilegon Bakal Lepas JLS, Alasan Helldy Mencengangkan

Batuan limbah slag untuk menimbun JLS berceceran di median jalan. (Gilang)

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan melepas Jalan Lingkar Selatan (JLS). Besarnya pemeliharaan jalan menjadi salah satu alasan.

Selain besarnya biaya perawataan, Walikota Cilegon Helldy Agustian menilai JLS tidak menguntungkan untuk Kota Cilegon. “Rp60 miliar per tahun, ngapain kita buang-buang cuma untuk JLS?,” Walikota Cilegon Helldy Agustian di Aula Setda Kota Cilegon, Senin (25/3/2024) lalu.

Lebih lanjut, Helldy menilai JLS kurang bermanfaat untuk warga Kota Cilegon. Ia melihat lebih banyak warga Kota Serang dan industri yang melintas di JLS dibanding warga Kota Cielgon. “Jadi sudah tidak layak untuk kita pelihara, buang-buang picis (uang-red) namanya,” ujar Helldy.

JLS merupakan salah satu aset milik Pemkot Cilegon. Pemkot mewacanakan pelaksanaan upgrading dan downgrading status jalan. Upgrading merupakan peningkatan status JLS menjadi jalan nasional dan downgrading mengubah status jalan nasional menjadi jalan kota.

Jika JLS naik status menjadi jalan nasional, Pemkot Cilegon akan meminta jalan nasional berubah menjadi jalan milik Kota Cilegon.

“Nanti kita bisa minta dapat yang jalan Anyer-Panarukan itu yang kita ambil. Itu menguntungkan karena harga tanahnya lebih mahal daripada harga tanah JLS,” ujar Helldy.

Apabila Pemkot Cilegon berhasil mengakuisisi jalan nasional, kata Helldy, perawatan jalan akan lebih rendah dari JLS.

Maintenance-nya lebih rendah, karena 2 jalurnya cuma dari sana ke sini doang, sampai DPRD. Setelah itu cuma 1 jalur doang. Lebih untung gak kita? Lebih untung. Retribusinya juga bisa 100 persen kita ambil,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon Tb Dendi Rudiatna mengaku bersedia menjalankan wacana Walikota terkait JLS.

“Kami sih menyambut baik, karena pada faktanya JLS ini sepanjang 16 kilometer memerlukan pemeliharaan yang besar. Kenapa? Karena memang yang melewati situ juga berbagai jenis kendaraan yang terkadang melebihi tonase,” ungkapnya.

Terkait wacana upgrading dan downgrading status jalan di wilayah Kota Cilegon, Dendi akan mengkaji dengan berbagai pihak. “Karena itu kan multi sektor yang dibahas mulai dari aset, konstruksinya, sampai kepada aspek legalitasnya,” tutupnya. (Mg-STT/Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News