Beranda Hukum Selama 2023, Satresnarkoba Polres Cilegon Amankan 1,7 Kg Sabu dan Tangkap 108...

Selama 2023, Satresnarkoba Polres Cilegon Amankan 1,7 Kg Sabu dan Tangkap 108 Pelaku

Kasatresnarkoba Polres Cilegon, AKP Michael Kharisma Tandayu

CILEGON – Satresnarkoba Polres Cilegon berhasil mengamankan narkoba jenis sabu-sabu sejumlah 1.739 gram atau 1,7 kilogram. Jumlah itu merupakan hasil dari pengungkapan kasus sejak Januari-Desember 2023 lalu.

Selain sabu-sabu, Satresnarkoba Polres Cilegon juga turut mengamankan jenis narkoba lainnya dalam jumlah yang cukup besar sepanjang 2023.

“Kemudian ada ganja 71 gram, obat-obatan seperti tramadol, heximer, dan sebagainya 29.249 butir, tembakau sintetis 422 gram, serta psikotropika 145 gram,” kata Kasatresnarkoba Polres Cilegon, AKP Michael Kharisma Tandayu, Kamis (4/1/2024).

Michael menyatakan, jenis narkoba sebanyak itu yang berhasil diamankan oleh polisi didapat dari 108 pelaku yang rata-rata merupakan pengedar atau bandar.

“Dari 108 orang tersebut 2 di antaranya perempuan dan 106 laki-laki. Dari 108 tersebut mayoritas pengedar atau bandar, hanya 3 orang yang kita temukan itu merupakan pengguna dan kita lakukan rehabilitasi. Untuk pengedar rentang umurnya dari umur 18-50 tahun,” ungkapnya.

Di tahun ini, Satresnarkoba Polres Cilegon berkomitmen akan memberantas segala jenis narkoba hingga ke akarnya agar barang haram tersebut tidak ada lagi yang masuk ke Cilegon.

“Gimana caranya supaya bisa hilang di Cilegon ini kita mau memberantas sampai ujungnya, sampai Jakarta, Aceh, Medan supaya tidak ada lagi barang yang masuk ke sini. Kita tidak hanya menindak bandar yang kecil, tapi kita menindak bandar yang besar juga,” ungkapnya.

Namun, Michael mengaku saat ini pihaknya tengah dihadapkan dengan modus baru para pengedar narkoba yang cukup sulit terdeteksi, di mana antara penjual dan pembeli tidak saling mengenal.

“Modusnya adalah antara penjual dan pembeli tidak saling bertemu. Modusnya ditaruh di suatu tempat sama penjual itu, kemudian penjual itu pergi, lalu pembeli mengambil dan mereka tidak saling ketemu dan bahkan tidak saling mengenal,” ucapnya.

“Ini menjadi sebuah tantangan sendiri buat kita karena ini lebih sulit. Kita tanya belinya dari siapa, mereka tidak mengenal. Tapi kita tidak mau kalah pintar dari para pemain,” pungkasnya. (Mg-STT/Red)

 

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News